Sumberasih, Lensaupdate.com - Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo terus menggencarkan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak sebagai langkah menjaga kesehatan sapi sekaligus menjamin ketersediaan ternak menjelang Hari Raya Idul Adha. Salah satu kegiatan vaksinasi dilaksanakan di Desa Ambulu Kecamatan Sumberasih, Senin (2/2/2026).
Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner drh. Nikolas Nuryulianto mengatakan vaksinasi tersebut menyasar sapi Madura milik salah satu pelaku usaha penggemukan sapi.
“Hari ini kami melaksanakan vaksinasi PMK di Desa Ambulu Kecamatan Sumberasih, tepatnya pada ternak milik Bapak Reza Wahyudi. Sebelumnya juga telah dilakukan vaksinasi di wilayah Desa Ambulu,” ujarnya.
Menurut Niko, dalam kegiatan tersebut tim vaksinator memberikan vaksinasi PMK pada 40 ekor sapi Madura. Vaksinasi dilakukan dengan pendampingan petugas kesehatan hewan setempat.
“Saya didampingi oleh Medik Veteriner Muda drh. Machrus serta dokter hewan wilayah drh. Abdullah. Vaksinasi berjalan lancar dengan dukungan penuh dari pemilik ternak dan para pekerja,” jelasnya.
Selain vaksinasi, tim juga memberikan edukasi kepada pemilik ternak terkait lalu lintas ternak serta manajemen pakan. Hal ini penting untuk menjaga kesehatan sapi, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan daging saat Idul Adha.
“Kami juga menyampaikan kepada pemilik ternak agar memperhatikan lalu lintas ternak dan pakannya. Karena mereka merupakan pelaku usaha penggemukan sapi untuk kebutuhan Idul Adha maupun keperluan lainnya,” tambahnya.
Niko juga mengungkapkan kandang sapi milik pemilik ternak sempat terdampak banjir beberapa waktu lalu. Namun, langkah cepat dilakukan sehingga ternak dapat diselamatkan.
“Kemarin kandangnya sempat terdampak banjir dan bangunannya jebol. Untungnya sapi segera dipindahkan ke tempat yang lebih aman. Kami sarankan agar bangunan kandang di tepi sungai kembali diperkuat,” ungkapnya.
Lebih lanjut Niko memastikan vaksinasi akan dilakukan ulang sesuai jadwal guna membentuk kekebalan optimal pada ternak. “Insya Allah vaksin akan kami ulang satu bulan lagi, kemudian enam bulan berikutnya agar sapi mendapatkan kekebalan yang optimal terhadap PMK,” tegasnya.
Niko menambahkan, vaksinasi PMK akan terus berlanjut di sejumlah wilayah lain di Kabupaten Probolinggo. “Hari ini kami juga melaksanakan vaksinasi di wilayah Kecamatan Gading. Kemudian besok di Desa Klaseman dan Kamis di Kecamatan Leces. Total kegiatan berlangsung selama empat hari,” terangnya.
Dalam pelaksanaan vaksinasi, ditemukan satu ekor sapi dengan kondisi kurang sehat. Tim langsung melakukan penanganan medis sebelum vaksin diberikan. “Saat vaksinasi ada satu sapi yang kondisinya kurang sehat, sehingga kami berikan pengobatan terlebih dahulu. Setelah dinyatakan sehat, baru bisa divaksin,” tambahnya.
Niko juga mengingatkan pentingnya koordinasi antara peternak dan dinas terkait kesehatan hewan. “Kami selalu mengingatkan pemilik ternak agar berkoordinasi dengan dinas apabila ada masalah kesehatan hewan,” ujarnya.
Tidak lupa Niko menyebutkan Kabupaten Probolinggo hingga akhir Maret 2026 mendapatkan alokasi 7.000 dosis vaksin PMK dari pemerintah pusat. “Sampai akhir Maret ini, Kabupaten Probolinggo memperoleh alokasi 7.000 dosis vaksin PMK. Kami menargetkan seluruh vaksin tersebut dapat terserap hingga akhir Maret,” lanjutnya.
Saat ini, Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo memiliki sekitar 30 orang vaksinator yang tergabung dalam 15 tim inti, dibantu petugas lapangan untuk penanganan ternak dan pengaturan lokasi.
“Harapan kami, masyarakat pemilik ternak di Kabupaten Probolinggo tetap mengikuti aturan pemerintah dengan memberikan vaksin PMK pada ternaknya demi kesehatan hewan dan keamanan pangan,” pungkasnya. (mel/fas)