Gapoktan Sumber Agung Asah Pemahaman Ekologi Tanah, Dorong Pertanian Organik Berkelanjutan di KecamatanTiris


Tiris, Lensaupdate.com - Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sumber Agung Desa Ranu Agung Kecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo mengikuti pelatihan pengenalan ekologi tanah di Balai Penyuluhan Pertanian Tiris, Rabu (18/2/2026).

Pelatihan ini digelar sebagai respons atas keluhan petani yang menilai kondisi tanah kurang subur dan hasil pertanian belum optimal meskipun pemupukan rutin telah dilakukan.

Kegiatan praktik ekologi tanah tersebut melibatkan tim BPP Tiris, POPT Perkebunan serta anggota Gapoktan Desa Ranu Agung. Praktik dipandu oleh Ika Ratmawati selaku POPT Perkebunan dari Balai Besar Perbenihan dan Pelindungan Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya.

Ketua Gapoktan Sumber Agung Sujogo berharap pelatihan ini mampu memberikan solusi konkret terkait kebutuhan pupuk dan pemenuhan unsur hara tanah.

“Petani Desa Ranu Agung butuh solusi bagaimana kebutuhan pupuk dan mengatasi tanaman agar berproduksi maksimal,” ujarnya.

Sementara POPT Perkebunan BBPPTP Surabaya Ika Ratmawati menjelaskan pelatihan bertujuan agar petani memahami bahan penyusun tanah sebagai media tumbuh tanaman yang meliputi unsur fisik, kimia dan biologi.

Ia memaparkan cara sederhana menguji struktur tanah dengan memasukkan sampel tanah ke dalam plastik, mencampurnya dengan air, lalu mengamati lapisan yang terbentuk. “Jika lapisan organik atau humus sekitar lima persen, artinya tanah tersebut tergolong subur,” jelasnya.

Menurutnya, tanah subur memiliki struktur remah atau granular, kaya humus, berwarna cokelat kehitaman serta memiliki aerasi yang baik.

Selain uji struktur, dilakukan pula praktik uji kandungan mineral atau hara menggunakan metode sederhana berbasis konduktivitas listrik (EC). Setiap petani membawa sampel tanah dari lahannya masing-masing untuk diuji menggunakan rangkaian lampu pijar.

“Hasil uji menunjukkan sebagian besar lahan belum memiliki kandungan hara optimal. Namun setelah ditambahkan unsur organik seperti kotoran ternak, indikator menunjukkan peningkatan. Artinya petani bisa memanfaatkan pupuk organik sebagai pembenah tanah tanpa bergantung sepenuhnya pada pupuk kimia sintetis,” terangnya.

Koordinator BPP Tiris Zofi Zubaidi mengapresiasi inisiatif kelompok tani yang aktif mencari solusi atas persoalan kesuburan lahan.

“Kegiatan ini mencerminkan kesadaran petani dalam memanfaatkan potensi alam seperti kotoran ternak dan sisa tanaman untuk dijadikan kompos demi meningkatkan kesuburan tanah,” ujarnya.

PPL Desa Ranu Agung Mar’atus Eski Rinata berharap praktik serupa terus dilakukan untuk memperkuat pemahaman petani mengenai pentingnya bahan organik dan perbaikan struktur tanah.

Melalui pelatihan ini, petani diharapkan semakin memahami keseimbangan unsur fisik, kimia dan biologi tanah sehingga produktivitas pertanian dapat meningkat secara berkelanjutan dan ramah lingkungan. (ren/zid)