Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Siapkan Transformasi Multi Grade ke Multi Layanan


Kraksaan, Lensaupdate.com - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo menyatakan kesiapan mengembangkan model pembelajaran multi grade (kelas rangkap) menjadi multi layanan (multi service). Transformasi ini mendapat dukungan dari Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI).

Komitmen tersebut disampaikan Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono dalam workshop penguatan kapasitas ekosistem pengasuhan anak di ruang PRIC Mal Pelayanan Publik Kabupaten Probolinggo, Jum'at (27/2/2026).

Menurut Hary, Kabupaten Probolinggo dipercaya sebagai pilot project program tersebut di tingkat nasional. Kepercayaan ini menjadi motivasi untuk terus menyempurnakan model layanan pendidikan.

“Alhamdulillah, Pemerintah Daerah untuk kegiatan tim INOVASI ini sangat support. Kebetulan Kabupaten Probolinggo dijadikan pilot project di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Ia menjelaskan program multi grade telah berjalan dan bahkan menjadi rujukan sejumlah daerah lain. Seiring evaluasi dan kebutuhan peningkatan mutu, konsep tersebut kini diperluas menjadi multi layanan yang mengintegrasikan pembelajaran lintas kelas dengan perluasan layanan pendidikan.

“Dari multi grade ini, wacana hari ini kita tingkatkan menjadi multi layanan. Termasuk proses satu atap, dari TK atau PAUD digabungkan dengan SD,” jelasnya.

Konsep multi layanan juga mencakup pemenuhan gizi, pembiasaan pola hidup sehat serta penguatan karakter peserta didik. Hary menegaskan pendidikan tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga kesehatan dan perlindungan anak.

“Multi layanan lainnya yaitu pemenuhan gizi. Kita coba bagaimana cara makan yang baik, waktu makan, gizinya bagaimana dan tempatnya di mana,” tegasnya.

Sementara Gender and Child Protection Lead INOVASI Jakarta Emmy menilai berbagai program pengasuhan anak di Kabupaten Probolinggo telah berjalan, namun masih terdapat ruang penguatan, khususnya pada aspek perlindungan anak serta pemenuhan gizi dan nutrisi.

“Beberapa sudah berjalan, tetapi masih ada ruang yang bisa ditingkatkan. Teman-teman dari dinas dan sekolah juga sudah mampu mengidentifikasi gap yang perlu diperkuat,” ujarnya.

Ke depan, INOVASI bersama pemerintah daerah akan mengimplementasikan model kelas rangkap dengan multilayanan di 10 sekolah terpilih sebagai percontohan. Sekolah-sekolah tersebut akan mendapatkan pelatihan sesuai kebutuhan riil di lapangan.

Workshop yang berlangsung selama dua hari ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Disdikdaya, Dinas Kesehatan, DP3AP2KB, Tim Penggerak PKK, K3S, puskesmas, pengawas sekolah hingga kepala sekolah di Kecamatan Sukapura.

Melalui kolaborasi tersebut, Disdikdaya optimistis model multi grade yang berkembang menjadi multi layanan dapat memperkuat ekosistem pendidikan dan pengasuhan anak secara lebih terpadu dan berkelanjutan di Kabupaten Probolinggo. (mel/fas)