Transformasi Digital Pendidikan, Sekolah Dasar di Kecamatan Paiton Resmi Gunakan IFP


Paiton, Lensaupdate.com - Transformasi digital pendidikan di Kabupaten Probolinggo terus menunjukkan kemajuan signifikan. Kecamatan Paiton resmi memulai digitalisasi pembelajaran di jenjang sekolah dasar melalui pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) atau TV digital interaktif yang merupakan bantuan langsung dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Langkah strategis ini ditandai dengan kegiatan diseminasi advokasi digitalisasi pembelajaran yang dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono, Senin (12/1/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Aula Gadjah Mada SDN Jabung Sisir 1 tersebut akan berlangsung hingga 22 Januari 2026 dan diikuti oleh seluruh guru kelas serta guru mata pelajaran sekolah dasar se-Kecamatan Paiton.

Program digitalisasi pembelajaran ini terlaksana berkat kolaborasi antara Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Dikdaya Kecamatan Paiton, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) serta PGRI Kecamatan Paiton sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan berbasis teknologi.

Korwil Bidang Dikdaya Kecamatan Paiton A. Fathorrazi dalam laporannya menegaskan bahwa bantuan IFP bukan sekadar perangkat elektronik, melainkan sarana strategis untuk mentransformasi proses belajar mengajar agar lebih modern dan interaktif.

“IFP ini bukan hanya alat bantu mengajar, tetapi menjadi jembatan bagi guru dan siswa untuk mengakses sumber belajar yang lebih luas, visual dan interaktif. Harapannya, pembelajaran menjadi lebih hidup dan relevan dengan perkembangan zaman. Digitalisasi pendidikan merupakan kebutuhan mendesak agar peserta didik tidak tertinggal dalam literasi teknologi sejak usia dini,” ujarnya.

Sementara Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian besar terhadap penguatan infrastruktur digital pendidikan, khususnya di daerah.

“Dengan adanya TV Digital IFP ini, kami berharap tidak ada lagi sekat antara teknologi dan ruang kelas. Guru harus mampu bertransformasi menjadi fasilitator pembelajaran yang kreatif dan inovatif di era digital,” tegasnya.

Menurut Hary, kehadiran IFP membuka peluang besar bagi pendidik untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih variatif, kolaboratif, serta berorientasi pada kebutuhan dan karakter peserta didik.

Antusiasme tinggi terlihat dari para kepala sekolah dan guru se-Kecamatan Paiton yang mengikuti kegiatan tersebut. Dalam sesi dialog interaktif bersama Kepala Disdikdaya, sejumlah isu strategis turut dibahas, mulai dari integrasi konten digital ke dalam kurikulum harian, perawatan dan pengamanan aset negara, hingga peningkatan kompetensi guru dalam mengoperasikan fitur-fitur IFP.

“Kami ingin memastikan bantuan ini tidak hanya digunakan, tetapi juga dirawat dan dimanfaatkan secara optimal dalam jangka panjang,” tandas Hary.

Sebagai tindak lanjut, Disdikdaya Kabupaten Probolinggo bersama Korwil Bidang Dikdaya Kecamatan Paiton berencana menyusun pelatihan lanjutan agar para guru semakin mahir dan percaya diri dalam mengimplementasikan pembelajaran digital di ruang kelas.

Dengan dimulainya digitalisasi pembelajaran ini, Kecamatan Paiton optimistis mampu mencetak generasi yang lebih adaptif, kompetitif dan siap menghadapi tantangan global, sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia unggul di Kabupaten Probolinggo. (ren/zid)