Petani Desa Palangbesi Didorong Gunakan Pestisida Alami Lewat Pelatihan Jadam Sulfur


Lumbang, Lensaupdate.com – Upaya mendorong pertanian yang lebih ramah lingkungan terus digencarkan di Kabupaten Probolinggo. Salah satunya melalui kegiatan pelatihan pembuatan pestisida alami Jadam Sulfur yang diikuti Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Wana Mulya Desa Palangbesi Kecamatan Lumbang, Rabu (28/1/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pengurangan penggunaan pestisida kimia sintetis yang dinilai berpotensi merusak lingkungan dan meningkatkan biaya produksi petani. Pelatihan dipandu langsung oleh Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Perkebunan BBPPTP Surabaya Ika Ratmawati dengan pendampingan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) BPP Kecamatan Lumbang.

Dalam pemaparannya, POPT Perkebunan Ika Ratmawati menjelaskan bahwa Jadam Sulfur merupakan pestisida nabati berbahan dasar belerang yang efektif untuk menekan serangan hama dan penyakit tanaman, namun tetap aman bagi lingkungan.

“Jadam Sulfur ini bisa dibuat sendiri oleh petani dengan biaya yang sangat terjangkau. Selain efektif, residunya juga lebih aman bagi tanah dan tanaman dibandingkan pestisida kimia,” jelasnya.

Peserta pelatihan dibekali pengetahuan mulai dari bahan, proses pembuatan hingga cara aplikasi di lapangan. Komposisi Jadam Sulfur terdiri dari 1 kilogram belerang, 800 gram soda api, 50 gram garam krosok serta 3 liter air. Seluruh bahan dicampur hingga larut sempurna, kemudian didiamkan selama 24 jam sebelum digunakan.

“Pencampuran wajib dilakukan di ruang terbuka demi keselamatan. Untuk penggunaannya di tanaman, cukup diencerkan 2 mililiter per liter air atau sekitar 40 mililiter per tangki semprot,” tambahnya.

Sementara PPL Desa Palangbesi Fifin Anggraeni menilai pengendalian organisme pengganggu tanaman berbasis ramah lingkungan sudah menjadi kebutuhan mendesak bagi petani, terutama di tengah perubahan iklim dan fluktuasi harga sarana produksi pertanian.

“Penggunaan Jadam Sulfur ini tidak hanya menekan OPT, tetapi juga membantu menjaga keseimbangan ekosistem pertanian karena mudah terurai,” ujarnya.

Pengurus Gapoktan Wana Mulya, Buharso dan Sidi, menyambut positif pelatihan tersebut. Menurut mereka, materi yang diberikan sangat aplikatif dan dapat langsung diterapkan di lahan pertanian anggota.

“Kami mendapatkan solusi nyata untuk pengendalian hama yang lebih hemat dan aman. Harapannya kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan dilakukan secara rutin,” ungkapnya.

Melalui pelatihan ini, petani Desa Palangbesi diharapkan semakin mandiri dalam mengelola lahan pertanian, sekaligus berkontribusi dalam pengembangan pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan di Kabupaten Probolinggo. (mel/fas)