Paguyuban Poktan Kecamatan Besuk Aktifkan Pertemuan Berkala, Dorong Inovasi dan Solusi Pertanian


Besuk, Lensaupdate.com – Paguyuban Kelompok Tani (Poktan) se-Kecamatan Besuk kembali mengintensifkan pertemuan rutin sebagai sarana penguatan transfer informasi dan teknologi pertanian, sekaligus forum diskusi untuk menjawab berbagai persoalan yang dihadapi petani di lapangan.

Pertemuan yang digelar di kediaman Ketua Poktan Sumber Rejeki H. Baihaki Desa Sumberan Kecamatan Besuk pada Kamis (29/1/2026) ini diikuti sekitar 40 peserta. 

Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Poktan se-Kecamatan Besuk, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Camat Besuk Handik Hariyanto, Kapolsek Besuk, Kepala Desa Sumberan, Babinsa, UPT Kesehatan Hewan, Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Pangan Hortikultura serta POPT Perkebunan.

Pengurus Gapoktan Mutiara Hati Kecamatan Besuk, M. Solehuddin dan Nawani menyampaikan pertemuan rutin Paguyuban Poktan diharapkan mampu menjadi ruang strategis bagi petani untuk berbagi informasi, meningkatkan koordinasi program, serta memperkuat kelembagaan kelompok tani.

“Forum ini tidak sekadar ajang silaturahmi, tetapi menjadi media penting untuk bertukar informasi, membahas kendala pertanian dan memperkuat peran Poktan di Kecamatan Besuk,” ujarnya.

Camat Besuk Handik Hariyanto mengapresiasi inisiatif Paguyuban Poktan yang kembali mengaktifkan pertemuan rutin. Menurutnya, forum ini sangat efektif sebagai sarana komunikasi antara petani dengan pemerintah dan instansi terkait.

“Melalui pertemuan seperti ini, berbagai persoalan pertanian, mulai dari pupuk, produksi hingga kendala teknis lainnya dapat dibahas bersama dan dicarikan solusi,” ungkapnya.

Dalam sesi materi, POPT Perkebunan BBPPTP Surabaya Ika Ratmawati mengingatkan petani untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim tanam tembakau tahun 2026, khususnya terkait potensi kemarau basah.

“Pengolahan lahan harus diperhatikan dengan baik, termasuk pembuatan saluran pembuangan air. Pencegahan penyakit tanaman juga perlu dilakukan secara hayati, salah satunya dengan pemanfaatan Trichoderma,” jelasnya.

Sementara itu, POPT Pangan Hortikultura Alfattutizal menyampaikan adanya kecenderungan peningkatan populasi wereng batang coklat pada tanaman padi. Ia meminta petani untuk rutin melakukan pengamatan di lahan dan segera melaporkan jika ditemukan gejala serangan.

“Monitoring yang intensif dan laporan cepat akan memudahkan pengendalian agar tidak meluas,” katanya.

Dari sektor peternakan, perwakilan UPT Pusat Kesehatan Hewan drh. Adi Pratowo berharap sinergi antara petani dan petugas kesehatan hewan terus ditingkatkan agar kebutuhan informasi dan pelayanan peternak dapat terpenuhi dengan baik.

Pada kesempatan yang sama, Nugroho Budi dari Bulog menyampaikan kesiapan Bulog dalam menyerap hasil panen padi petani melalui mitra Bulog, salah satunya Mitra Tani Lumbung Mas di Kecamatan Besuk yang dikelola oleh Ifan Renaldi.

Ia menjelaskan gabah petani akan dibeli dengan harga Rp 6.500 per kilogram dengan ketentuan tingkat kematangan panen 90–100 persen, bebas organisme pengganggu tanaman (OPT), bebas bahan kimia serta dalam kondisi kering.

“Petani diharapkan berkoordinasi dengan PPL, Koramil atau Bulog setempat menjelang panen. Armada pengangkut ke Bulog juga telah kami siapkan,” terangnya.

Koordinator BPP Kecamatan Besuk Julaihin menegaskan pentingnya keberlanjutan pertemuan rutin Paguyuban Poktan sebagai sarana peningkatan kapasitas petani.

“Dengan pertemuan yang berkelanjutan, pengetahuan dan penguasaan teknologi petani dapat meningkat, sekaligus memperkuat kelembagaan Poktan dalam menghadapi berbagai tantangan pertanian,” pungkasnya. (ren/zid)