Museum Tengger Kembali Dihidupkan, Menbud RI Dorong Pelestarian Budaya Suku Tengger


Sukapura, Lensaupdate.com – Komitmen pemerintah dalam melestarikan warisan budaya kembali ditegaskan melalui peresmian revitalisasi Museum Tengger di Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo. Peresmian dilakukan langsung oleh Menteri Kebudayaan (Menbud) Republik Indonesia Fadli Zon bersama Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Fahmi AHZ, Senin (26/1/2026).

Peresmian revitalisasi Museum Tengger tersebut ditandai dengan pemotongan untaian bunga serta penandatanganan prasasti oleh Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon didampingi Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ sebagai simbol diaktifkannya kembali fungsi museum sebagai ruang budaya dan edukasi.

Kegiatan peresmian ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto, unsur Forkopimda, Direktur Bina Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat Kemenbud RI Sjamsul Hadi, Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah, Staf Khusus Menteri Bidang Sejarah dan Perlindungan Warisan Budaya Basuki Teguh Yuwono, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Jawa Timur Endah Budi Haryani serta sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo.

Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ menyampaikan bahwa Museum Tengger memiliki peran strategis sebagai pusat informasi dan dokumentasi budaya masyarakat Tengger yang kaya nilai sejarah, filosofi dan kearifan lokal.

“Museum Tengger ini tidak hanya menjadi tempat penyimpanan artefak, tetapi juga ruang edukasi dan pewarisan nilai-nilai budaya kepada generasi muda. Ini menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap pelestarian budaya lokal,” ungkapnya.

Ia berharap keberadaan Museum Tengger dapat terus dikembangkan sebagai pusat kajian kebudayaan sekaligus destinasi wisata edukasi yang memperkuat identitas Kabupaten Probolinggo sebagai daerah dengan kekayaan budaya yang beragam.

Sementara Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mengungkapkan bahwa revitalisasi Museum Tengger merupakan tindak lanjut dari hasil peninjauannya beberapa bulan lalu saat menghadiri upacara adat Yadnya Kasada di kawasan Bromo.

“Setelah melihat langsung kondisi museum, kami langsung merespons pentingnya revitalisasi. Alhamdulillah, hari ini Museum Tengger telah selesai direvitalisasi. Saya mengapresiasi sinergi Pemerintah Kabupaten Probolinggo dan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Jawa Timur,” ujarnya.

Menurut Fadli Zon, revitalisasi museum merupakan bagian dari upaya menjaga kesinambungan tradisi dan adat istiadat masyarakat Suku Tengger yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Museum Tengger yang berada di kawasan kaki Gunung Bromo menyimpan berbagai koleksi budaya, mulai dari benda pusaka, dokumentasi sejarah, busana adat hingga artefak yang merekam kehidupan dan tradisi masyarakat Tengger, termasuk ritual Yadnya Kasada.

“Budaya Tengger mengajarkan harmoni antara manusia dengan alam, sesama manusia dan Sang Pencipta. Nilai-nilai gotong royong dan kebersamaan inilah yang harus terus kita rawat,” tambahnya.

Ia pun mengajak wisatawan yang berkunjung ke kawasan Gunung Bromo untuk tidak hanya menikmati panorama alam, tetapi juga menyempatkan diri mengunjungi Museum Tengger sebagai pusat informasi dan edukasi budaya.

“Museum Tengger harus menjadi pusat budaya, pusat edukasi dan pusat informasi. Dengan begitu, wisatawan bisa memahami secara utuh jati diri masyarakat Tengger,” pungkasnya. (mel/fas)