KKG Multigrade Lintas Kecamatan Dorong Pembelajaran Inklusif di Sekolah Kelas Rangkap


Wonomerto, Lensaupdate.com - Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar dengan sistem kelas rangkap terus diperkuat melalui sinergi lintas wilayah. Kelompok Kerja Guru (KKG) Multigrade Kecamatan Wonomerto dan Sumberasih kembali menggelar kegiatan diseminasi pembelajaran kelas rangkap yang berlangsung di SDN Patalan 3 Kecamatan Wonomerto, Senin (19/1/2026).

Kegiatan yang mendapat dukungan dari Program INOVASI ini menjadi wadah strategis bagi guru, kepala sekolah dan pengawas untuk menyatukan pemahaman serta praktik pembelajaran multigrade di sekolah dengan keterbatasan jumlah siswa dan pendidik. Melalui forum ini, para peserta saling berbagi pengalaman sekaligus menyusun perangkat pembelajaran yang relevan dengan kondisi lapangan.

Sebanyak 26 peserta terlibat aktif dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari lima sekolah pelaksana kelas rangkap, yakni SDN Kedungsupit 2, SDN Patalan 3 dan SDN Sumberkare 3 dari Kecamatan Wonomerto serta SDN Laweyan 3 dan SDN Sumberbendo 1 dari Kecamatan Sumberasih.

Fokus utama KKG Multigrade kali ini adalah penyusunan program tahunan (prota) dan program semester (promes) yang disesuaikan dengan fase dalam Kurikulum Merdeka. Pembahasan dilakukan secara mendalam berdasarkan fase A, B dan C, termasuk integrasi mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan PJOK dalam pembelajaran kelas rangkap.

Kegiatan ini merupakan rangkaian pertemuan keempat sejak KKG Multigrade lintas kecamatan dibentuk. Sebelumnya, forum ini telah melalui tahap pembentukan kepengurusan, pemetaan Capaian Pembelajaran (CP).hingga refleksi kegiatan serta penyusunan Tujuan Pembelajaran (TP) sebagai fondasi pelaksanaan pembelajaran multigrade yang lebih terarah.

Ketua KKG Multigrade Wonomerto–Sumberasih Dyaretno Sulistyowati menilai forum ini sangat penting sebagai ruang kolaborasi guru di tengah keterbatasan sumber daya.

“KKG ini menjadi tempat kami saling menguatkan. Walaupun tantangan utama adalah penyesuaian jadwal antar kecamatan, semangat kolaborasi membuat kegiatan tetap berjalan dengan baik,” ujarnya.

Dyaretno menegaskan bahwa keterbatasan jumlah guru, fasilitas maupun siswa tidak boleh menjadi penghalang terciptanya pembelajaran bermakna. “Justru dari keterbatasan itu, guru dituntut lebih kreatif dan inovatif agar siswa tetap mendapatkan layanan pendidikan yang optimal,” tambahnya.

Kepala SDN Patalan 3 Noerul Hidayat menyampaikan keberadaan KKG Multigrade lintas kecamatan memberikan dampak positif bagi peningkatan kapasitas guru di sekolahnya. Diskusi yang dilakukan lebih kontekstual karena peserta memiliki karakteristik sekolah yang relatif sama.

“Kami bisa saling belajar dari pengalaman nyata di lapangan. Solusi yang dihasilkan juga lebih aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan sekolah kelas rangkap,” ungkapnya.

Sementara Korwil Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Wonomerto Burhanuddin menjelaskan KKG Multigrade lintas kecamatan lahir dari kebutuhan guru akan ruang diskusi yang lebih luas. “Karena jumlah sekolah multigrade di satu kecamatan terbatas, kolaborasi lintas wilayah menjadi solusi agar pembinaan lebih efektif,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Korwil Dikdaya Kecamatan Sumberasih Maini Yudiningsih. Implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) dalam konteks multigrade harus diwujudkan secara nyata di kelas.

“Forum ini tidak hanya berhenti pada perencanaan administrasi, tetapi mendorong guru untuk langsung menerapkan hasil diskusi dalam pembelajaran sehari-hari,” tegasnya.

Melalui pertemuan rutin dan refleksi berkelanjutan, KKG Multigrade Wonomerto–Sumberasih diharapkan terus menjadi model kolaborasi efektif dalam meningkatkan mutu pendidikan dasar, khususnya di sekolah-sekolah dengan sistem kelas rangkap di Kabupaten Probolinggo. (mel/fas)