Kraksaan, Lensaupdate.com - Sebanyak 30 siswa SD/MI dari berbagai sekolah di Kabupaten Probolinggo mengikuti workshop coding dan robotik yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Probolinggo sebagai langkah menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan transformasi digital, Sabtu (31/1/2026).
Perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan otomasi menuntut masyarakat memiliki literasi teknologi sejak dini. Coding dan robotik kini bukan lagi keterampilan tambahan, melainkan kebutuhan dasar di era transformasi digital.
Kegiatan yang digelar di aula Pustakaloka Dispersip Kabupaten Probolinggo ini terselenggara berkat sinergi antara Dispersip Kabupaten Probolinggo dengan Robotku School serta Komunitas IT & Robotik Kabupaten Probolinggo.
Para peserta mendapatkan pengenalan dasar coding, robotik serta pemahaman awal mengenai teknologi AI melalui metode pembelajaran interaktif dan praktik langsung.
Kepala Dispersip Kabupaten Probolinggo Ulfiningtyas mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari transformasi perpustakaan sebagai pusat literasi modern yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Perpustakaan saat ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca buku, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran berbasis teknologi. Literasi digital, coding dan robotik harus dikenalkan sejak dini agar generasi muda siap menghadapi tantangan era digital,” ujarnya.
Ulfi menjelaskan, workshop ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital, coding, robotik dan AI bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo serta mengoptimalkan fungsi perpustakaan sebagai learning hub teknologi dan inovasi.
“Kami ingin menyediakan akses yang inklusif terhadap alat dan kegiatan edukatif berbasis teknologi. Melalui kolaborasi ini, anak-anak dapat belajar, bereksplorasi dan berinovasi di lingkungan perpustakaan,” jelasnya.
Lebih lanjut Ulfi mengharapkan kegiatan tersebut mampu menumbuhkan minat generasi muda terhadap dunia teknologi dan inovasi serta membentuk ekosistem belajar teknologi yang berkelanjutan.
“Harapan kami, kegiatan seperti ini dapat meningkatkan kunjungan ke perpustakaan dan melahirkan ekosistem belajar teknologi di lingkungan perpustakaan Kabupaten Probolinggo. Ke depan, kami akan terus mendorong kolaborasi serupa agar perpustakaan menjadi ruang belajar yang hidup dan relevan,” pungkasnya. (nab/zid)
