Kraksaan, Lensaupdate.com - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo ikut berpartisipasi aktif dalam kegiatan Educare Tahun 2026 yang digelar oleh Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Probolinggo, Senin (5/1/2026). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Islamic Center (GIC) Kota Kraksaan tersebut diikuti ratusan siswa SMA, SMK dan MA se-Kabupaten Probolinggo.
Dalam kesempatan itu, Disnaker membuka stan layanan ketenagakerjaan yang memberikan berbagai fasilitas kepada peserta, mulai dari informasi lowongan kerja, pembuatan dan aktivasi akun Siap Kerja atau Kartu AK-1 hingga konsultasi seputar ketenagakerjaan bagi siswa kelas XII yang akan segera memasuki masa kelulusan.
Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Saniwar hadir langsung bersama Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Ketransmigrasian dan Perluasan Kesempatan Kerja Didik Dali Historijanto Darmawan, Kepala UPT BLK Kraksaan Jumhari serta jajaran petugas layanan. Kegiatan tersebut juga didampingi Kepala DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo A’at Kardono.
Educare 2026 diikuti sebanyak 258 siswa-siswi SMA, SMK dan MA negeri maupun swasta. Selain Disnaker, kegiatan ini melibatkan 37 perguruan tinggi negeri dan swasta, lima Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) serta tiga alumni yang memberikan informasi peluang beasiswa.
Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Saniwar menjelaskan, kehadiran Disnaker dalam Educare 2026 bertujuan memberikan pemahaman kepada para siswa terkait pilihan setelah lulus sekolah, baik melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
“Kami tidak mengarahkan siswa untuk memilih jalur tertentu. Kehadiran kami murni untuk mengedukasi agar mereka memiliki gambaran dan kesiapan menghadapi dunia kerja,” katanya.
Ia mengungkapkan, lulusan SMA dan SMK yang tidak melanjutkan pendidikan memiliki potensi besar menambah angka pengangguran jika tidak dibekali keterampilan dan informasi yang memadai.
“Setiap tahun lulusan sekolah menengah di Kabupaten Probolinggo mencapai sekitar 4 ribu orang. Jika tidak terserap atau melanjutkan kuliah, tentu berdampak pada Tingkat Pengangguran Terbuka. Alhamdulillah, TPT tahun 2025 turun menjadi 2,92 persen dari 3 persen di tahun sebelumnya,” jelasnya.
Selain peluang kerja dalam negeri, Disnaker juga memberikan edukasi terkait peluang kerja ke luar negeri sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI). Para siswa diingatkan untuk selalu menempuh jalur resmi agar terhindar dari praktik penempatan ilegal.
“Kami tekankan pentingnya mengikuti prosedur resmi yang difasilitasi pemerintah. Jangan mudah tergiur tawaran kerja ke luar negeri yang tidak jelas legalitasnya,” tegasnya.
Melalui kegiatan Educare 2026 ini, Disnaker berharap para siswa mampu memahami kebutuhan dunia kerja, mengenali kompetensi yang dibutuhkan industri serta memiliki akses langsung terhadap layanan ketenagakerjaan sejak dini.
“Kami membuka layanan langsung di lokasi sebagai bentuk komitmen untuk mendekatkan pelayanan dan menekan angka pengangguran di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (nab/zid)
