Kraksaan, Lensaupdate.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo melakukan evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui rapat koordinasi dan evaluasi (rakorev) yang digelar di ruang pertemuan Dinkes Kabupaten Probolinggo, Senin (12/1/2026). Kegiatan ini bertujuan memastikan program strategis nasional tersebut berjalan optimal, tepat sasaran dan sesuai standar pelayanan gizi.
Rakorev dipimpin oleh Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Hariawan Dwi Tamtomo yang diwakili Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Sri Wahyu Utami didampingi Koordinator Wilayah Kabupaten Probolinggo dari Badan Gizi Nasional. Kegiatan ini diikuti petugas gizi dari 33 Puskesmas se-Kabupaten Probolinggo serta para ahli gizi dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dalam rakorev tersebut, para ahli gizi MBG dari masing-masing SPPG memaparkan pelaksanaan pelayanan gizi yang telah berjalan di lapangan. Paparan ini menjadi bahan diskusi bersama untuk menilai capaian program, mengidentifikasi kendala teknis maupun non teknis serta merumuskan langkah perbaikan ke depan.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Probolinggo Sri Wahyu Utami menyampaikan bahwa rakorev merupakan bagian penting dari upaya penguatan Program Makan Bergizi Gratis agar benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Rapat koordinasi dan evaluasi ini menjadi sarana untuk menyamakan persepsi, memperkuat sinergi, sekaligus mengevaluasi pelaksanaan Program MBG di lapangan. Dari hasil evaluasi ini, kita dapat mengetahui apa yang sudah berjalan baik dan apa yang perlu segera ditingkatkan,” ungkapnya.
Menurut Sri Wahyu, keberhasilan Program MBG tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan makanan bergizi, tetapi juga oleh kualitas pelayanan, ketepatan sasaran, serta koordinasi antar pihak yang terlibat dalam pelaksanaannya.
“Kami ingin memastikan pelayanan gizi melalui SPPG memenuhi standar gizi yang ditetapkan, aman dikonsumsi dan benar-benar tepat sasaran. Oleh karena itu, peran petugas gizi di Puskesmas dan SPPG sangat strategis,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi dan kolaborasi berkelanjutan antara Dinkes, Badan Gizi Nasional, Puskesmas, serta seluruh pelaksana program di lapangan. Sinergi yang kuat diyakini mampu mempercepat penyelesaian berbagai kendala yang muncul selama pelaksanaan program.
“Dengan koordinasi yang baik, berbagai tantangan dapat diatasi bersama. Harapannya, kualitas pelaksanaan Program MBG terus meningkat dan mampu berkontribusi pada perbaikan status gizi masyarakat,” tambahnya.
Melalui rakorev ini, Dinkes Kabupaten Probolinggo optimistis Program Makan Bergizi Gratis dapat dilaksanakan secara lebih efektif dan berkelanjutan. Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan status gizi masyarakat, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas kesehatan dan sumber daya manusia di Kabupaten Probolinggo secara menyeluruh. (nab/zid)
