Kraksaan, Lensaupdate.com - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo mencatat capaian positif dalam penghimpunan Zakat, Infaq dan Shodakoh (ZIS) sepanjang tahun 2025. Total dana ZIS yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp 4.886.864.301, terdiri dari zakat sebesar Rp 2.769.607.295 dan infaq sebesar Rp 2.117.257.006.
Capaian tersebut disampaikan Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H. Ahmad Muzammil melalui Kepala Unit Pelaksana Agus Ainul Atok, Senin (12/1/2026). Ia menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kepercayaan masyarakat yang terus meningkat terhadap pengelolaan zakat oleh Baznas.
“Alhamdulillah, hingga akhir Desember 2025 Baznas Kabupaten Probolinggo berhasil menghimpun ZIS sebesar Rp 4,8 miliar lebih. Ini merupakan amanah besar dari masyarakat yang harus kami kelola secara profesional dan transparan,” ujarnya.
Menurut Atok, momentum pengumpulan ZIS terbesar terjadi pada bulan suci Ramadhan, khususnya dari penerimaan zakat fitrah dan zakat mal. Bulan Ramadhan menjadi periode paling strategis karena tingginya kesadaran masyarakat dalam menunaikan kewajiban zakat dan berbagi melalui infaq dan shodakoh.
“Jika dibandingkan bulan lainnya, Ramadhan memang menjadi puncak penghimpunan ZIS. Kesadaran masyarakat meningkat dan ini sangat membantu program-program sosial yang dijalankan Baznas,” jelasnya.
Meski demikian, Atok mengakui bahwa capaian tersebut masih belum memenuhi target yang ditetapkan oleh Baznas pusat sebesar Rp 6.069.000.000. Salah satu kendala utama adalah belum optimalnya peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ), khususnya UPZ sektor pertanian dan UPZ desa.
“Baznas pusat menetapkan target berdasarkan potensi daerah. Namun hingga kini, UPZ pertanian dan UPZ desa belum bisa dimaksimalkan secara optimal, sehingga potensi zakat di sektor tersebut belum tergarap sepenuhnya,” terangnya.
Sementara untuk penyaluran atau pentasyarufan jelas Atok, Baznas Kabupaten Probolinggo telah menyalurkan dana ZIS sebesar Rp 4.464.179.375 sepanjang tahun 2025. Rinciannya, zakat yang disalurkan mencapai Rp 2.699.431.375 dan infaq sebesar Rp 1.764.748.000.
“Pentasyarufan terbesar dilakukan sebelum dan menjelang Ramadhan. Salah satunya melalui penyaluran sekitar 3.500 paket sembako bagi kaum dhuafa yang tersebar di 24 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo,” lanjutnya.
Selain bantuan sembako, dana ZIS juga dimanfaatkan untuk berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi umat sesuai dengan ketentuan asnaf yang berlaku.
“Hingga awal Januari 2026, Baznas Kabupaten Probolinggo masih memiliki saldo sebesar Rp 2.435.631.178, yang terdiri dari saldo tahun 2024 sebesar Rp 2.012.946.252 dan saldo tahun 2025 sebesar Rp 422.684.926,” tegasnya.
Memasuki tahun 2026, Baznas pusat menargetkan penghimpunan ZIS Kabupaten Probolinggo sebesar Rp 6.676.000.000. Untuk mencapai target tersebut, Baznas berkomitmen menggali potensi zakat yang selama ini belum maksimal.
“Tahun 2026 ini kami akan memaksimalkan seluruh potensi yang ada. Harapan kami, semakin banyak muzaki yang menunaikan zakat, maka semakin luas pula manfaat yang dirasakan oleh masyarakat,” tambahnya.
Baznas Kabupaten Probolinggo mengajak seluruh masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infaq dan shodakoh melalui lembaga resmi agar pengelolaannya lebih tepat sasaran, transparan dan berdampak luas bagi kesejahteraan umat. (nab/zid)
