Kraksaan, Lensaupdate.com – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo menggelar sosialisasi program kerja tahun 2026 sekaligus penguatan sinergi dengan sektor pendidikan di ruang Amanah Gedung Islamic Center (GIC) Kota Kraksaan, Rabu (21/1/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri seluruh Komisioner Baznas Kabupaten Probolinggo dan diikuti oleh 24 Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Pendidikan dan Kebudayaan (Dikdaya) kecamatan serta Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) kecamatan se-Kabupaten Probolinggo.
Dalam forum ini, para komisioner Baznas memaparkan arah kebijakan dan program unggulan Baznas Kabupaten Probolinggo tahun 2026. Sosialisasi kemudian dilanjutkan dengan dialog terbuka untuk menyerap aspirasi, masukan serta dinamika yang dihadapi dunia pendidikan terkait pengelolaan dan penyaluran dana Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS).
Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H. Ahmad Muzammil menyampaikan kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi sekaligus memperkuat kolaborasi antara Baznas Kabupaten Probolinggo, Baznas Provinsi Jawa Timur dan pemangku kepentingan di sektor pendidikan.
“Program Baznas, khususnya santunan anak yatim yang dikolaborasikan dengan Baznas Jawa Timur, membutuhkan dukungan dan koordinasi dari Korwil Dikdaya serta PGRI. Karena itu, sosialisasi ini penting agar program 2026 dapat dipahami dan dijalankan bersama,” ujarnya.
Muzammil menambahkan, dunia pendidikan memiliki peran strategis dalam keberhasilan program zakat, mengingat sebagian besar penghimpunan dana ZIS Baznas bersumber dari para guru. Dengan komunikasi yang baik, diharapkan penyaluran zakat semakin tepat sasaran dan berdampak luas.
Dalam kesempatan tersebut, Baznas juga meluruskan mekanisme pendataan calon penerima santunan anak yatim yang akan disalurkan pada bulan Ramadhan. Skema pendataan kali ini berbeda dengan program santunan rutin pada bulan Muharram.
“Untuk Ramadhan, kami minta pendataan 40 anak per kecamatan, berbeda dengan Muharram yang biasanya 60 anak per korwil. Karena banyak pertanyaan di lapangan, maka kami jelaskan langsung agar tidak terjadi salah persepsi,” jelasnya.
Santunan anak yatim tersebut direncanakan akan disalurkan pada bulan Ramadhan dengan melibatkan Baznas Provinsi Jawa Timur. Oleh karena itu, Muzammil menekankan pentingnya data yang akurat, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Selain itu, Baznas Kabupaten Probolinggo juga mendorong peningkatan perhatian terhadap siswa tingkat SMP dari keluarga kurang mampu yang selama ini dinilai masih minim tersentuh bantuan.
“Bantuan untuk SD relatif sudah banyak. Justru siswa SMP yang perlu perhatian lebih. Jika memang masuk asnaf fakir atau miskin, silahkan diajukan ke Baznas. Guru adalah pihak yang paling memahami kondisi siswanya,” tegasnya.
Terkait pengelolaan dana ZIS, Muzammil memastikan Baznas Kabupaten Probolinggo berkomitmen menyalurkan dana secara aktif dan tidak membiarkannya mengendap.
“Dana ZIS tidak boleh berhenti. Saldo yang ada, termasuk yang disiapkan untuk Ramadhan, akan disalurkan untuk program-program prioritas, baik sosial, pendidikan maupun kebencanaan,” ungkapnya.
Melalui sosialisasi ini, Baznas Kabupaten Probolinggo berharap terbangun kesamaan persepsi dan penguatan kolaborasi dengan Korwil Dikdaya serta PGRI, sehingga program zakat tahun 2026 dapat berjalan optimal dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya peserta didik dari keluarga kurang mampu. (nab/zid)
