Bapelitbangda Kabupaten Probolinggo Sosialisasikan Pengajuan Usulan Hibah Riset 2027 dan Pojok Statistik


Kraksaan, Lensaupdate.com - Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kabupaten Probolinggo menggelar sosialisasi pengajuan usulan hibah riset tahun 2027 dan pojok statistik, Senin (26/1/2026) di ruang Harmoni Bapelitbangda Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo dengan perguruan tinggi dalam pengembangan riset yang relevan dan selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Sosialisasi tersebut diikuti oleh perwakilan sejumlah perguruan tinggi di Kabupaten Probolinggo serta Sekretaris dan seluruh Kepala Bidang Bapelitbangda Kabupaten Probolinggo. Sebagai narasumber adalah Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Kabupaten Probolinggo.

Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Daerah Bapelitbangda Kabupaten Probolinggo Alfiatul Khoiriyah menyampaikan kegiatan ini tidak hanya membahas hibah riset dan penguatan data statistik, tetapi juga menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi terkait mekanisme dan indikator penilaian Kecamatan SAE Award 2026.

“Melalui sosialisasi ini, kami ingin memastikan seluruh kecamatan memahami secara utuh indikator, bobot penilaian serta tahapan seleksi yang akan dilalui, sehingga dapat mempersiapkan diri secara optimal,” ujarnya.

Menurut Alfi, penetapan petunjuk teknis, bobot penilaian serta alur seleksi Kecamatan SAE Award 2026 disusun secara komprehensif agar penilaian kinerja kecamatan dapat berjalan objektif, transparan dan terukur.

"Kecamatan SAE Award 2026 dirancang untuk mendorong peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan kecamatan yang selaras dengan visi pembangunan daerah. Penilaian tidak hanya menitikberatkan pada aspek administratif, tetapi juga pada inovasi, kepemimpinan serta dampak nyata program kecamatan terhadap masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut Alfi menambahkan Kecamatan SAE Award 2026 merupakan ajang penilaian kinerja kecamatan melalui tiga tahap utama meliputi penilaian administrasi, penilaian presentasi dan penilaian kunjungan lapangan (kunlap).

"Tahapan seleksi, 24 kecamatan diseleksi melalui presentasi. Nantinya dipilih 6 kecamatan terbaik yang dilanjut penilaian kunjungan lapangan. Hasil akhir menentukan juara 1, 2, 3 serta 3 Kecamatan Favorit Tematik," terangnya.

Alfi menerangkan dan indikator penilaian meliputi penilaian administrasi meliputi dimensi manajemen pemerintahan dan tata kelola pemerintah desa, dimensi pendidikan maju dan inklusif, dimensi kesehatan yang terjangkau dan berkualitas, dimensi desa tematik terkelola baik (hijau, wisata atau ekonomi), dimensi manajemen persampahan dan penanganan sanitasi lingkungan, dimensi pengembangan ekonomi lokal, UMKM dan produk unggulan serta dimensi infrastruktur dasar & akses layanan publik (inovasi dan digitalisasi layanan).

Untuk penilaian presentasi diantaranya aspek kompetensi (pengetahuan tupoksi, teknik komunikasi, penguasaan materi dan kualitas slide presentasi), aspek inovasi (inovasi Camat dan kemampuan merespons masalah), Aspek Kepemimpinan (integritas Camat dan sinergisitas dengan seluruh stakeholder) dan aspek kinerja (kinerja tugas atributif dan kinerja tugas delegatif).

Serta penilaian kunjungan lapang mencakup aspek kesesuaian (kesesuaian antara presentasi dan kondisi lapangan serta sinergisitas kecamatan dengan pihak terkait) dan aspek inovasi (kematangan inovasi dan dampak/manfaat inovasi).

"Kami berharap ajang ini menjadi media pembelajaran bersama sekaligus ruang kompetisi sehat antar kecamatan dalam menghadirkan pelayanan publik yang inovatif dan berdampak,” pungkasnya. (nab/zid)