Krejengan, Lensaupdate.com - PT PLN (Persero) melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kraksaan memberikan klarifikasi terkait pemadaman listrik di Desa Opo-Opo Kecamatan Krejengan yang terjadi akibat banjir dan gangguan jaringan, Rabu (21/1/2026).
PLN menegaskan pemadaman dilakukan sebagai langkah pengamanan untuk mencegah potensi bahaya kelistrikan saat ketinggian air meningkat di wilayah terdampak. Aliran listrik ditargetkan kembali normal pada Kamis (22/1/2026) sore, setelah proses perbaikan jaringan dengan estimasi waktu pekerjaan sekitar lima jam.
Koordinator Jaringan Teknik (Jantik) PLN ULP Kraksaan Riza Cipta menjelaskan listrik sebenarnya sempat dinyalakan kembali pada Rabu malam. Namun, atas pertimbangan keselamatan dan adanya permintaan dari warga setempat, aliran listrik kembali dipadamkan sementara.
“Listrik sempat kami nyalakan, tetapi karena kondisi air masih cukup tinggi dan demi keamanan warga, akhirnya dipadamkan kembali,” jelas Riza.
Ia menambahkan, keputusan tersebut juga merupakan arahan dari kantor sebagai langkah mitigasi di wilayah rawan banjir. Selain genangan air, gangguan jaringan juga dipicu oleh cuaca ekstrem yang disertai petir.
“Pada malam kejadian terjadi gangguan jaringan. Salah satu kabel terputus akibat cuaca berpetir,” ungkapnya.
Riza menyebutkan, terdapat dua unit trafo yang terdampak banjir dan gangguan jaringan sejak malam hari. Secara teknis, kedua trafo tersebut telah siap dinormalkan setelah kondisi air surut dan dinyatakan aman.
“Dua trafo sempat padam. Hari ini kami targetkan sudah bisa menyala kembali karena air sudah surut dan warga menyatakan aman,” terangnya.
Sebagai upaya pencegahan jangka panjang, PLN juga telah memasang Cut Out (CO) di wilayah Desa Opo-Opo. Perangkat tersebut berfungsi sebagai sistem pengaman otomatis yang dapat memutus aliran listrik saat terjadi gangguan, sehingga risiko kelistrikan dapat diminimalkan.
“CO ini sangat penting untuk wilayah yang sering banjir. Jika terjadi gangguan, sistem akan langsung memutus aliran secara otomatis,” tambahnya.
PLN menghimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bahaya kelistrikan saat banjir serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan gangguan jaringan, khususnya di wilayah rawan bencana. (nab/zid)
