Ajari Petani Buat Pestisida Jadam Sulfur, BPP Krucil Dorong Pertanian Ramah Lingkungan


Krucil, Lensaupdate.com - Serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), khususnya yang disebabkan oleh cendawan, masih menjadi tantangan serius bagi petani dalam kegiatan budidaya tanaman. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Krucil menginisiasi pelatihan pembuatan pestisida ramah lingkungan berbahan Jadam Sulfur bagi petani penggiat pertanian organik.

Kegiatan ini dilaksanakan di halaman BPP Kecamatan Krucil, Selasa (13/1/2026) dan diikuti oleh petani Krucil bersama tim Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) BPP Krucil. Kegiatan tersebut juga didampingi oleh Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Perkebunan dari Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya.

POPT Perkebunan BBPPTP Surabaya Ika Ratmawati mengatakan Jadam Sulfur merupakan salah satu jenis pestisida atau fungisida ramah lingkungan yang berbahan dasar belerang. Pestisida ini dinilai efektif dalam mengendalikan serangan hama dan penyakit tanaman, khususnya yang disebabkan oleh cendawan.

“Jadam Sulfur adalah pestisida ramah lingkungan berbahan dasar belerang yang memiliki fungsi utama sebagai pengendali hama dan penyakit tanaman, terutama penyakit yang disebabkan oleh jamur atau cendawan,” katanya.

Ia memaparkan secara teknis proses pembuatan Jadam Sulfur yang relatif mudah dan dapat dilakukan oleh petani secara mandiri. Bahan yang digunakan antara lain belerang sebanyak 1 kilogram, soda api 800 gram, garam krosok 50 gram serta air sebanyak 5 liter.

“Semua bahan dicampur menjadi satu dan diaduk menggunakan batang pengaduk hingga tercampur rata. Setelah itu wadah ditutup dan didiamkan selama kurang lebih 24 jam hingga larutan menjadi dingin,” terangnya.

Ika juga mengingatkan bahwa proses pembuatan Jadam Sulfur sebaiknya dilakukan di luar ruangan demi keamanan. "Untuk penggunaannya, larutan Jadam Sulfur yang telah jadi dicampurkan ke dalam air dengan dosis 2 mililiter per liter air. Kemudian disemprotkan langsung ke tanaman yang membutuhkan pengendalian," tambahnya.

Sementara Koordinator BPP Kecamatan Krucil Agus Styagung menyambut baik antusiasme petani dalam mengikuti kegiatan tersebut. Pembuatan Jadam Sulfur menjadi solusi alternatif yang efektif dan ramah lingkungan dalam pengendalian OPT.

“Kegiatan pembuatan Jadam Sulfur ini kami harapkan bisa menjadi solusi alternatif bagi petani dalam mengendalikan hama dan penyakit tanaman. Selain efektif menekan serangan OPT, bahan ini juga ramah lingkungan dan mudah terurai,” ujarnya.

Agus menambahkan pendekatan pengendalian hama berbasis pertanian ramah lingkungan akan menjadi prioritas dalam sistem budidaya pertanian ke depan, khususnya di wilayah Kecamatan Krucil.

“Keberlanjutan dalam menjawab tantangan serangan OPT dengan pengendalian berbasis pertanian ramah lingkungan akan menjadi prioritas utama. Kantor BPP Krucil siap memfasilitasi kebutuhan petani dalam pengembangan pertanian yang berkelanjutan,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan petani di Kecamatan Krucil semakin mandiri dalam mengendalikan hama dan penyakit tanaman, sekaligus mampu mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia, demi mewujudkan pertanian yang sehat, berkelanjutan dan ramah lingkungan. (ren/zid)