Sukapura, Lensaupdate.com - Upaya memperkuat kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dilakukan di wilayah Kabupaten Probolinggo. Salah satunya diwujudkan melalui pelatihan penjamah makanan yang digelar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukapura 001 bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo, Rabu (3/12/2025).
Pelatihan tersebut dirancang untuk memastikan seluruh petugas pengolah makanan memahami standar kebersihan, keamanan pangan serta teknik pengolahan yang sesuai ketentuan. Hal ini dinilai penting mengingat keberhasilan program MBG sangat ditentukan oleh kualitas layanan gizi dan standar penyajian makanan di lapangan.
Kegiatan yang berlangsung di Kecamatan Sukapura itu memberikan fokus utama pada peningkatan kapasitas para penjamah makanan dalam aspek higiene dan sanitasi pangan. Materi mencakup berbagai tahapan pengolahan mulai dari pemilihan bahan baku, teknik pencucian yang benar, proses memasak higienis hingga penyajian yang aman bagi para penerima manfaat.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Probolinggo Sri Wahyu Utami mengatakan pelatihan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan gizi yang semakin baik. Para penjamah makanan memegang peran sentral dalam keberhasilan program MBG, sehingga wajib dibekali dengan standar kerja yang sesuai ketentuan kesehatan.
“Para penjamah makanan harus memahami bahwa setiap prosedur, mulai dari cara mencuci tangan, pemilihan bahan pangan hingga teknik memasak yang benar, sangat menentukan kualitas makanan yang disajikan. Pelatihan ini kami selenggarakan untuk memastikan seluruh tahapan pengolahan berjalan sesuai standar keamanan pangan, sehingga manfaat program MBG benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan peningkatan wawasan terkait sanitasi dan higiene pangan tidak hanya bertujuan mencegah kontaminasi makanan, tetapi juga menjamin bahwa setiap sajian yang diberikan dalam program MBG memenuhi persyaratan gizi seimbang.
“Kami ingin memastikan bahwa makanan yang sampai ke penerima manfaat bukan hanya lezat, tetapi juga memenuhi unsur aman, sehat dan bergizi sebagaimana yang kita targetkan dalam program nasional ini,” imbuhnya.
Pelatihan ini juga menjadi ajang evaluasi bagi para penjamah makanan dalam menerapkan praktik-praktik penyajian makanan yang sesuai standar. Para peserta diberi pemahaman mengenai potensi bahaya pangan, risiko kontaminasi silang, cara penggunaan peralatan yang higienis hingga tata cara penyimpanan makanan yang benar agar tetap aman dikonsumsi.
“Kami berharap setelah mengikuti pelatihan ini, para penjamah makanan mampu menerapkan seluruh pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan sehari-hari, sehingga pelayanan makanan dalam program MBG benar-benar memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas SDM di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (mel/fas)
