Show Case Akademi Pengentasan Kemiskinan Kabupaten Probolinggo Usung Inovasi Bumi Kraksaan


Kraksaan, Lensaupdate.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo bersinergi dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) menggelar show case Akademi Pengentasan Kemiskinan di Balkon Kantor Bupati Probolinggo, Kamis (4/12/2025). Acara ini merupakan pameran tunggal hasil pelaksanaan Akademi Pengentasan Kemiskinan yang diikuti 21 ASN dari 9 Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Pada show case tahun ini, peserta mengangkat tema “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Budidaya Udang Vanamei Menggunakan Sistem RAS di Media Air Laut Buatan (BUMI Kraksaan)”, sebagai inovasi penanggulangan kemiskinan berbasis potensi lokal.

Kegiatan ini ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama oleh Plt. Kepala BKPSDM Kabupaten Probolinggo, Direktur Sistem Pembelajaran Terintegrasi LAN, Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Perikanan, Camat Maron, Camat Tongas, Bank Jatim Cabang Kraksaan, PT PLN Nusantara Power UP Paiton, Universitas Panca Marga, Universitas Nurul Jadid hingga Baznas Kabupaten Probolinggo.

Lembaga Administrasi Negara (LAN) turut memberikan penghargaan atas kesungguhan Kabupaten Probolinggo dalam mengikuti Akademi Pengentasan Kemiskinan. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Plt. Kepala BKPSDM Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Joelijanto.

Plt. Kepala BKPSDM Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Joelijanto mengatakan rangkaian akademi ini telah berjalan sejak beberapa bulan terakhir dan melibatkan proses pembelajaran serta pendampingan intensif.

“Launching Akademi Pengentasan Kemiskinan sebelumnya dihadiri oleh Bapak Bupati, Kepala LAN RI serta Deputi BP Taskin. Sejak itu, 21 ASN dari 9 OPD telah memperoleh pembelajaran mengenai berbagai praktik baik pengentasan kemiskinan di Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Ia menerangkan selama bulan Oktober, seluruh peserta akademi ditugaskan menyusun satu langkah inovatif untuk pengentasan kemiskinan. Setelah melalui diskusi dan kurasi, para peserta sepakat memilih inovasi budidaya udang vanamei melalui sistem RAS (Recirculating Aquaculture System) menggunakan media air laut buatan atau BUMI Kraksaan.

“Keputusan ini muncul dari diskusi bersama, hingga kami menetapkan judul pemberdayaan masyarakat memanfaatkan BUMI Kraksaan. Kami berharap metode ini dapat memberikan solusi nyata bagi masyarakat pesisir dan wilayah yang memiliki keterbatasan sumber air laut alami,” jelasnya.

Anang menambahkan sebelum show case, telah dilaksanakan matching program pada 30 Oktober 2025 secara hybrid. Kegiatan itu dihadiri oleh Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran ASN LAN RI, Direktur Terumbukarang Ditjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan serta sejumlah mitra strategis dari sektor NGO dan dunia usaha, termasuk PT Sasa Inti, Bank Jatim serta Baznas.

“Kami berharap agar inovasi yang dipamerkan tidak berhenti pada konsep semata. Hari ini kita melaksanakan pameran tunggal dengan tema budidaya udang vanamei sistem RAS. Harapan kami aksi ini menjadi langkah nyata dalam mensejahterakan masyarakat Kabupaten Probolinggo menuju daerah yang lebih SAE,” tegasnya.

Anang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung Kabupaten Probolinggo menjadi pilot project Akademi Pengentasan Kemiskinan. “Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Lembaga Administrasi Negara dan BPSDM Provinsi Jawa Timur yang telah menunjuk Kabupaten Probolinggo sebagai pilot project. Semoga apa yang kita kerjakan ini menjadi amal pengabdian untuk kesejahteraan masyarakat dan mendapat ridho Allah SWT,” pungkasnya. (nab/zid)