Tiris, Lensaupdate.com - Pasca banjir bandang yang menggerus bantaran sungai di Kecamatan Tiris, Pemkab Probolinggo mengerahkan 308 unit bronjong dan alat berat guna melindungi bangunan SDN 1 Andungbiru yang terancam erosi.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk respons cepat Pemkab Probolinggo dalam menjamin keselamatan siswa, guru dan seluruh warga sekolah, mengingat posisi beberapa ruang kelas dilaporkan hanya berjarak beberapa meter dari bibir sungai. Bahkan, satu unit bangunan toilet sekolah sebelumnya telah hanyut akibat gerusan arus banjir.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Probolinggo Hengki Cahjo Saputra mengatakan penanganan difokuskan pada dua aspek utama, yakni normalisasi alur sungai serta penguatan tebing untuk menahan laju erosi yang mengancam fondasi bangunan sekolah.
“Penanganan ini kami lakukan secara cepat dan terukur. Fokus utama kami adalah memperbaiki geometri sungai sekaligus menahan gerusan air agar tidak berdampak lebih luas terhadap keamanan gedung sekolah,” ujarnya.
Untuk mendukung upaya tersebut, Pemkab Probolinggo telah mengirimkan 308 unit bronjong yang dipasang di titik-titik paling rawan longsor di sepanjang aliran sungai yang melintasi area SDN 1 Andungbiru. Selain itu, satu unit alat berat jenis ekskavator juga diterjunkan guna mempercepat proses normalisasi sungai.
Penanganan ini dilaksanakan melalui kolaborasi lintas Perangkat Daerah, mengingat kondisi darurat serta keterbatasan anggaran. DPUPR bertanggung jawab atas penyediaan alat berat dan bronjong. Sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo menanggung kebutuhan operasional pekerjaan di lapangan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief menyampaikan sinergi antar OPD mutlak dilakukan demi keselamatan warga sekolah dan keberlangsungan proses pendidikan.
“Kolaborasi ini menjadi solusi terbaik dalam kondisi darurat. Keselamatan siswa dan guru menjadi prioritas utama, sehingga penanganan harus dilakukan secepat mungkin,” ungkapnya.
Dengan pemasangan bronjong dan normalisasi aliran sungai ini, Pemkab Probolinggo berharap ancaman longsor susulan dapat diminimalisir serta aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SDN 1 Andungbiru dapat kembali berjalan normal, aman dan kondusif. (ren/zid)
.jpeg)