Peringati Hari Ibu 2025, Puskesmas Pajarakan Perkuat Edukasi Ibu Hamil Tekan AKI–AKB


Pajarakan, Lensaupdate.com - Dalam rangka memperingati Hari Ibu Tahun 2025, UPT Puskesmas Pajarakan melaksanakan Gerakan Ibu Hamil Sehat sebagai upaya strategis menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kecamatan Pajarakan, Senin (22/12/2025). Kegiatan ini menitikberatkan pada penguatan edukasi kesehatan fisik dan mental ibu hamil guna mewujudkan kehamilan yang aman, sehat dan berkualitas.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat edukasi dan pendampingan bagi ibu hamil agar mampu menjalani kehamilan dan persalinan secara sehat, aman dan bahagia. Gerakan Ibu Hamil Sehat ini diikuti oleh 50 orang peserta yang merupakan ibu hamil dari 12 desa se-Kecamatan Pajarakan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan edukasi kesehatan seputar perawatan kesehatan ibu hamil dan ibu bersalin. Dilanjutkan dengan senam ibu hamil serta kegiatan reflektif bertajuk Ungkapan Hati dalam Pohon Cinta. Seluruh rangkaian dirancang tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga kesehatan mental dan emosional ibu hamil.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Umi Haniah Fahmi AHZ didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Probolinggo Rita Erik Ugas Irwanto dan Kepala Puskesmas Pajarakan dr. Maulida Rachmani.

Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Umi Haniah Fahmi AHZ menekankan pentingnya menjaga kebahagiaan dan ketenangan selama masa kehamilan. Kondisi psikologis ibu hamil memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan ibu sekaligus tumbuh kembang janin sejak dalam kandungan. “Kehamilan yang dijalani dengan perasaan tenang dan bahagia diyakini dapat membantu mempersiapkan proses persalinan yang lebih baik,” katanya.

Sementara Ketua DPW Kabupaten Probolinggo Rita Erik Ugas Irwanto menyampaikan pentingnya membangun komunikasi yang erat antara ibu hamil dengan bidan di wilayah masing-masing. Bidan dinilai sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak, mulai dari masa kehamilan, persalinan hingga pasca melahirkan. “Kedekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan ibu hamil serta meminimalkan risiko komplikasi,” ungkapnya.

Sedangkan Kepala UPT Puskesmas Pajarakan dr. Maulida Rachmani mengungkapkan materi edukasi yang diberikan dalam kegiatan tersebut berfokus pada kesehatan mental ibu hamil dan pencegahan trauma persalinan. Kesehatan mental selama kehamilan tidak boleh diabaikan karena sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan ibu dan perkembangan janin.

“Ibu hamil perlu mengenali perubahan emosinya, menjaga pola hidup sehat serta memperoleh dukungan dari keluarga, lingkungan dan tenaga kesehatan. Dengan mental yang stabil, ibu dapat menjalani kehamilan dengan lebih tenang dan siap menyambut kelahiran bayi,” ujarnya.

Maulida menambahkan ibu hebat lahir melalui proses belajar. Melalui kelas ibu hamil yang terintegrasi dalam Gerakan Ibu Hamil Sehat, Puskesmas Pajarakan berupaya menyiapkan generasi sehat sejak dalam kandungan. “Peringatan Hari Ibu bukan sekadar simbol kasih sayang, tetapi juga momentum memperkuat ilmu, kesiapan dan kesadaran akan pentingnya kesehatan ibu dan bayi,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Rahmawati sang pencetus inovasi GOTIK 1 PECA memperkenalkan inovasi pelayanan persalinan dari PONED UPT Puskesmas Pajarakan berupa GOTIK 1 PECA (Goyang Itik Kala 1 Persalinan Lancar). Inovasi ini merupakan teknik gerakan khusus yang dilakukan pada kala I persalinan dengan tujuan mempercepat pembukaan serviks dan membantu penurunan kepala bayi sehingga proses persalinan berjalan lebih lancar.

“Teknik GOTIK 1 PECA diharapkan mampu meningkatkan relaksasi ibu, memanfaatkan gaya gravitasi untuk membantu perjalanan bayi melalui jalan lahir serta mengurangi rasa nyeri selama persalinan. Manfaat lainnya meliputi peningkatan fleksibilitas panggul, pelenturan otot, memperlancar peredaran darah hingga membantu bayi menemukan posisi terbaik sebelum lahir,” ungkapnya.

Selain inovasi tersebut, peserta juga mendapatkan pemahaman tentang pencegahan trauma persalinan. Trauma persalinan dapat terjadi ketika ibu merasa terancam, takut atau kehilangan kendali secara fisik dan mental. Pencegahan dilakukan melalui edukasi fisiologis persalinan, penyusunan birth plan sebagai sarana komunikasi, dukungan emosional yang konsisten, persiapan mental dan fisik serta pendampingan yang berdaya.

“Prenatal gentle yoga juga diperkenalkan sebagai salah satu metode efektif untuk mencegah trauma persalinan. Melalui latihan pernapasan, posisi optimal persalinan, penguatan stamina serta persiapan panggul dan perineum, ibu hamil diharapkan lebih siap menghadapi proses melahirkan,” terangnya.

Sebagai penutup, senam ibu hamil menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Senam tersebut tidak hanya meningkatkan kebugaran jasmani, tetapi juga membantu mengurangi stres, memperbaiki suasana hati, meningkatkan keseimbangan serta menanamkan kebiasaan hidup sehat. Dengan pendekatan holistik ini, Puskesmas Pajarakan optimistis Gerakan Ibu Hamil Sehat mampu berkontribusi nyata dalam menurunkan AKI dan AKB di Kabupaten Probolinggo. (nab/zid)