Pemkab Probolinggo–BPS Siapkan Instruktur Daerah untuk Pemutakhiran DTSEN 2026


Kraksaan, Lensaupdate.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Probolinggo mempersiapkan pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) melalui pelatihan instruktur daerah sebagai upaya memperkuat basis data pembangunan dan pengentasan kemiskinan, Senin (22/12/2025).

Kegiatan yang berlangsung di ruang pertemuan Tengger Kantor Bupati Probolinggo ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto didampingi Kepala Bapelitbangda Kabupaten Probolinggo Juwono Prasetijo Utomo serta Plt Kepala BPS Kabupaten Probolinggo Lilik Hariyanti.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Probolinggo A’at Kardono dan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo Rachmad Hidayanto.

Pelatihan ini diikuti oleh 80 instruktur daerah yang terdiri dari 24 Kasi Kesra kecamatan, 24 PLKB kecamatan, petugas BPS kecamatan serta ASN Kabupaten Probolinggo yang tergabung dalam Akademi Pengentasan Kemiskinan bekerja sama dengan LAN RI.

Sebelum pelaksanaan tatap muka, para instruktur terlebih dahulu mengikuti bimbingan teknis (bimtek) secara daring. Selanjutnya, dilakukan pendalaman materi melalui bimtek luring yang dibagi ke dalam tiga kelas di ruang Jabung 1, Jabung 2 dan Jabung 3 Kantor Bupati Probolinggo.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto mengungkapkan angka kemiskinan Kabupaten Probolinggo pada tahun 2025 mengalami penurunan sebesar 0,14 persen dari 16,45 persen pada tahun 2024 menjadi 16,31 persen di tahun 2025. Penurunan ini juga diikuti berkurangnya jumlah penduduk miskin sebanyak 849 orang dibandingkan tahun sebelumnya.

“Berdasarkan RPJMD 2025–2029, target penurunan angka kemiskinan adalah 15,15 persen pada tahun 2025, 13,85 persen pada tahun 2026 dan 13,85 persen pada tahun 2027. Untuk itu, dibutuhkan data yang valid dan mutakhir sebagai dasar kebijakan,” katanya.

Sekda Ugas menambahkan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman antara Pemkab Probolinggo dan BPS Kabupaten Probolinggo yang telah ditandatangani pada 20 Nopember 2025 terkait penyediaan, pemanfaatan dan pengembangan data statistik untuk pembangunan daerah.

“Pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) direncanakan mulai pertengahan Januari 2026. Instruktur daerah memiliki tugas strategis untuk melatih petugas lapangan, yakni Tim Pendamping Keluarga (TPK) agar proses pemutakhiran data berjalan optimal,” jelasnya.

Sementara Kepala Bapelitbangda Kabupaten Probolinggo Juwono Prasetijo Utomo menyampaikan pelatihan ini merupakan tahapan penting dalam memastikan DTSEN Kabupaten Probolinggo dapat diterima dan dimutakhirkan secara akurat.

“Para instruktur di tingkat kecamatan nantinya akan melakukan sosialisasi dan penyampaian materi kepada petugas lapangan yang berasal dari pendamping keluarga di desa-desa,” ujarnya.

Menurut Juwono, kegiatan ini menjadi bagian dari sinergi berkelanjutan antara Pemkab Probolinggo dan BPS sebagai tindak lanjut MoU yang telah ditandatangani Bupati Probolinggo.

“Output yang diharapkan adalah tersedianya data desil 1 hingga 10 yang valid dan mutakhir. Data tersebut akan dikelola melalui sistem Mata Prabu Linggih oleh Diskominfo dan menjadi rujukan seluruh OPD dalam menyusun kebijakan pembangunan yang tepat sasaran,” pungkasnya. (nab/zid)