Pemkab Probolinggo Gelar HLM Pengendalian Inflasi Daerah, Bahas Stok Pangan Jelang Natal dan Tahun Baru


Kraksaan, Lensaupdate.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menggelar High Level Meeting (HLM) pengendalian inflasi daerah dalam rangka menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Rabu (2/12/2025). Pertemuan strategis tersebut berlangsung di ruang Argopuro Kantor Bupati Probolinggo dan menghadirkan lintas sektor untuk memperkuat sinergi menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi dengan melibatkan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang, Polres Probolinggo, Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo, Pertamina, Badan Pusat Statistik (BPS), Perum Bulog, Hiswana Migas hingga sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Dalam arahannya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto menegaskan HLM ini menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran distribusi dan ketersediaan komoditas pangan strategis selama momen libur akhir tahun. “High Level Meeting TPID dalam rangka Natal dan Tahun Baru bertujuan untuk meningkatkan kolaborasi lintas sektor guna memastikan stok dan distribusi komoditas pangan berjalan lancar dan stabil,” katanya.

Sekda Ugas memaparkan HBKN merupakan periode di mana harga komoditas secara umum mengalami kenaikan, terlebih karena rangkaian hari besar akan berlanjut pada Imlek, Ramadan dan Idul Fitri tahun depan. “Selain itu, cuaca ekstrem serta pelaksanaan program prioritas MBG turut memengaruhi harga, terutama telur ayam ras, daging ayam, beras dan hortikultura seperti tomat,” lanjutnya.

Untuk mencegah gejolak harga jelas Sekda Ugas, sejumlah langkah strategis pun disampaikan. Di antaranya operasi pasar murah/gerakan pangan murah untuk meredam lonjakan harga, pemantauan harga secara intensif bersama satgas pangan dan aparat penegak hukum serta sidak ke pasar tradisional, modern serta gudang distributor untuk memastikan stok.

“Selain itu untuk memastikan kelancaran distribusi pangan dengan dukungan armada dan koordinasi Dishub serta Kepolisian serta penguatan komunikasi publik untuk mengelola ekspektasi masyarakat atas ketersediaan bahan pokok,” jelasnya.

Selain menjaga stabilitas harga, Sekda Ugas mendorong agar Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) semakin inovatif. Targetnya Kabupaten Probolinggo dapat meraih prestasi dalam TPID Award tingkat provinsi maupun nasional. 

“Program pengendalian inflasi harus menyeluruh dari hulu sampai hilir dengan inovasi produktivitas on-farm dan off-farm. Kolaborasi dengan Bank Indonesia dan stakeholder lainnya menjadi kunci keberhasilannya. Ketika program dijalankan tepat sasaran dan bersinergi, ekonomi masyarakat akan semakin SAE. Petani makmur, masyarakat sejahtera,” tambahnya.

Sementara Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi menyampaikan kesimpulan dari rapat yang sudah dilaksanakan. Ia menegaskan komitmen seluruh perangkat daerah dan stakeholder dalam pengendalian inflasi menjelang Natal dan Tahun Baru. 

“Semua Perangkat Daerah siap melakukan langkah konkret sesuai tugas dan fungsi masing-masing, mulai dari gerakan pasar murah hingga sidak pasar dan distributor,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, PT Pertamina memastikan ketersediaan distribusi BBM dan LPG aman selama Nataru. Sementara Perum Bulog menyatakan stok beras dan minyak goreng aman dan siap menggelar operasi pasar jika terjadi kelangkaan di masyarakat.

Melalui penguatan koordinasi lintas lembaga dan kesiapan intervensi cepat, Pemkab Probolinggo berharap stabilitas harga dan ketersediaan pangan terjaga sehingga aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan baik selama periode libur akhir tahun. (nab/zid)