Kraksaan, Lensaupdate.com - Dalam rangka mendukung target nasional eliminasi kanker serviks tahun 2030, DPC PATELKI Kabupaten Probolinggo menggelar seminar hybrid yang menekankan pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan HPV DNA di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Senin (22/12/2025).
Seminar tersebut diikuti oleh civitas kesehatan Kabupaten Probolinggo serta peserta dari berbagai daerah di Indonesia secara daring mulai dari Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan, Sulawesi, Bali hingga Nusa Tenggara Timur. Peserta berasal dari unsur dokter, Analis Teknologi Laboratorium Medik (ATLM), bidan dan perawat.
Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Abdul Ghofur, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Umi Hani’ah Fahmi AHZ, Ketua DWP Kabupaten Probolinggo Rita Erik Ugas Irwanto, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo dr. Hariawan Dwi Tamtomo, perwakilan DPW PATELKI Jawa Timur, narasumber dari DPP dan DPC PATELKI Kabupaten Probolinggo.
Seminar hybrid ini secara resmi dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Abdul Ghofur bersama Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Umi Haniah Fahmi AHZ, Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Hariawan Dwi Tamtomo serta Ketua DPC PATELKI Kabupaten Probolinggo Sri Pandayu dengan menyentuh layar videotron.
Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid dengan jumlah peserta luring sebanyak 65 orang, undangan 150 orang serta peserta daring yang mencapai lebih dari 330 orang dan masih terus bertambah. Kegiatan ini menghadirkan empat narasumber nasional yang kompeten di bidangnya.
Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Hariawan Dwi Tamtomo menyampaikan seminar ini memiliki nilai strategis dalam mendukung pembangunan kesehatan, khususnya pencegahan penyakit tidak menular seperti kanker serviks.
“Penyakit kanker, termasuk kanker serviks, masih menjadi momok karena angka kejadian dan kematiannya cukup tinggi. Upaya eliminasi harus diawali dengan langkah-langkah preventif, salah satunya melalui deteksi dini yang lebih sensitif seperti pemeriksaan HPV DNA,” ungkapnya.
Menurut Hariawan, metode pemeriksaan HPV DNA memiliki sensitivitas yang lebih tinggi dibandingkan metode sebelumnya, sehingga potensi ancaman kanker serviks dapat dideteksi sejak dini. Hal ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo yang konsisten mendukung program pencegahan dan eliminasi kanker, dengan target nasional eliminasi kanker serviks pada tahun 2030.
“Dengan upaya pencegahan yang tepat, kita berharap angka kematian ibu dan peningkatan usia harapan hidup masyarakat Kabupaten Probolinggo dapat terus membaik,” tambahnya.
Sementara Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kabupaten Probolinggo Abdul Ghofur memberikan apresiasi kepada DPC PATELKI Kabupaten Probolinggo atas terselenggaranya seminar hybrid yang dinilai sejalan dengan program prioritas pemerintah daerah.
“Deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan HPV DNA dan vaksinasi HPV merupakan langkah nyata yang harus terus didorong bersama. Mencegah jauh lebih baik dan lebih murah dibandingkan mengobati,” katanya.
Ia menegaskan target eliminasi kanker serviks tahun 2030 bukan sekadar angka, melainkan harapan untuk mewujudkan generasi perempuan yang lebih sehat. “Pemkab Probolinggo akan terus mendorong kolaborasi lintas sektor agar layanan deteksi dini dapat diakses di puskesmas maupun rumah sakit,” terangnya.
Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Umi Hani’ah Fahmi AHZ mengapresiasi pelaksanaan seminar hybrid tersebut. Kegiatan ini sangat penting dalam meningkatkan kesadaran perempuan akan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi.
“Perempuan memiliki peran sentral dalam keluarga. Edukasi deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan HPV DNA ini menjadi bekal penting bagi para ibu agar lebih peduli terhadap kesehatan dirinya dan keluarganya,” ujarnya.
Sedangkan Ketua DPC PATELKI Kabupaten Probolinggo Sri Pandayu dalam laporannya menjelaskan seminar ini bertujuan meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan dan masyarakat tentang pencegahan, deteksi dini serta penanganan kanker serviks.
“Melalui seminar ini kami berharap kesadaran akan pentingnya vaksinasi HPV, pemeriksaan pap smear dan tes HPV DNA semakin meningkat. Peserta diharapkan dapat menjadi agen perubahan dalam menyebarluaskan edukasi kesehatan kepada masyarakat,” ujarnya.
Melalui seminar ini, PATELKI Kabupaten Probolinggo diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung upaya pencegahan dan eliminasi kanker serviks serta peningkatan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. (nab/zid)
