Dringu, Lensaupdate.com - UPT Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Probolinggo menyelenggarakan pertemuan evaluasi Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) semester II tahun 2025 di ruang PRIC Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Probolinggo, Jum’at (5/12/2025). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memantapkan integrasi pelayanan laboratorium dalam pengendalian penyakit kronis di seluruh Puskesmas.
Pertemuan dibuka oleh Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo Sri Rusminah bersama Kepala UPT Labkesda Kabupaten Probolinggo Khoirul Roziqin. Peserta kegiatan terdiri atas 33 Penanggung Jawab Prolanis dan 33 Penanggung Jawab Penyakit Tidak Menular (PTM) dari seluruh Puskesmas di Kabupaten Probolinggo.
Selama kegiatan, peserta memperoleh pendampingan teknis dari Wenni Rachmawuri selaku staf Promotif Preventif BPJS Kesehatan Kantor Cabang Pasuruan serta Imam Syafi’i selaku Sub Koordinator PTM Dinkes Kabupaten Probolinggo.
Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinkes Kabupaten Probolinggo Sri Rusminah mengatakan evaluasi ini merupakan tindak lanjut monitoring penyelenggaraan pemeriksaan laboratorium berkala setiap enam bulan yang dilaksanakan oleh Labkesda pada 33 Puskesmas.
“Pelaksanaan pemeriksaan laboratorium lengkap menjadi indikator penting untuk memastikan penyakit hipertensi dan diabetes melitus dapat dipantau dan dikendalikan secara lebih komprehensif,” katanya.
Menurut Sri Rusminah, pertemuan evaluasi ini memastikan seluruh Puskesmas dapat menjalankan fungsi deteksi dini PTM dengan standar yang sama. “Kolaborasi antar fasilitas kesehatan diperlukan agar hasil pemeriksaan laboratorium dapat digunakan sebagai dasar penentuan intervensi bagi peserta Prolanis,” jelasnya.
Sementara Kepala UPT Labkesda Kabupaten Probolinggo Khoirul Roziqin menyampaikan program Prolanis merupakan layanan rutin Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang mencakup pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium sederhana, edukasi kesehatan, senam serta pemberian obat gratis bagi peserta BPJS Kesehatan dengan penyakit kronis. “Pemeriksaan laboratorium lengkap setiap enam bulan menjadi bagian khusus yang ditangani oleh Labkesda,” ujarnya.
Khoirul Roziqin menegaskan keberadaan Prolanis sangat relevan dengan misi Labkesda dalam membangun budaya hidup bersih dan sehat serta memperluas pemeriksaan laboratorium berbasis promotif dan preventif.
“Kami memiliki mandat untuk memastikan setiap pemeriksaan laboratorium yang berkaitan dengan Prolanis memiliki mutu dan akurasi hasil yang dapat dipertanggungjawabkan. Pemeriksaan kimia darah dan urine berkala merupakan bukti upaya pengendalian PTM agar masyarakat dapat terhindar dari kondisi yang lebih berat,” jelasnya.
Menurut Khoirul Roziqin, secara khusus kegiatan ini bertujuan mendorong peserta BPJS Kesehatan dengan penyakit kronis, khususnya hipertensi dan diabetes melitus untuk memperoleh kualitas hidup yang optimal.
“Secara khusus, kegiatan ini bertujuan mencegah komplikasi pada penderita penyakit kronis, meningkatkan kesadaran peserta Prolanis untuk membina kesehatannya secara mandiri serta menguatkan peran keluarga dan lansia dalam mengatasi masalah kesehatan kronis, terutama penyakit tidak menular,” tegasnya.
Khoirul Roziqin mengharapkan agar evaluasi ini menghasilkan pemetaan akurat terhadap kinerja Prolanis di seluruh Puskesmas. “Jika hipertensi dan diabetes dapat dikendalikan melalui deteksi dini dan manajemen rutin yang tepat, masyarakat akan semakin mampu hidup sehat tanpa ketergantungan obat jangka panjang. Hal ini menjadi tujuan utama kami dalam penguatan layanan Prolanis,” pungkasnya. (mel/fas)
