Probolinggo, Lensaupdate.com - Proses seleksi calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dan PPIH Kloter tingkat kabupaten/kota tahun 1447 H/2026 M resmi dilaksanakan di aula Al Ikhlas Kantor Kementerian Agama (Kemenbag) Kabupaten Probolinggo, Kamis (4/12/2025).
Kegiatan yang digelar oleh Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Probolinggo ini menjadi langkah penting dalam memastikan pelayanan penyelenggaraan ibadah haji semakin profesional, efektif dan berorientasi pada kebutuhan jemaah.
Sebanyak 56 peserta mengikuti seleksi tahap pertama yang dimulai serentak pada pukul 09.00 hingga 10.30 WIB. Mereka terdiri dari calon Ketua Kloter, Pembimbing Ibadah Kloter serta unsur PPIH Arab Saudi Non Kloter meliputi bidang akomodasi, konsumsi, transportasi, bimbingan iubadah (Bimbad) dan Siskohat. Kehadiran peserta dari berbagai unsur ini menunjukkan tingginya minat untuk berkhidmat dalam pelayanan haji.
Seleksi tahap pertama menggunakan Computer Assisted Test (CAT) berbasis aplikasi Siskohat Android. Melalui sistem digital ini, seluruh proses menjadi lebih transparan, bebas intervensi serta berjalan sesuai standar nasional. Pengawas dari Provinsi Jawa Timur Fauzan, hadir untuk memastikan pelaksanaan berlangsung objektif dan akuntabel.
Plt. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Probolinggo Moh. Barzan menegaskan menjadi petugas haji bukan sekadar menjalankan tugas administratif, tetapi merupakan amanah dengan nilai pengabdian yang tinggi.
“Ibadah haji dan menjadi petugas haji ini adalah panggilan. Semua rangkaian seleksi berbasis sistem. Kerjakan soal semampunya, karena ini adalah seleksi. Ini masih tahap pertama dan nanti akan dilanjutkan ke Provinsi Jawa Timur,” ujarnya.
Ia menjelaskan Kemenhaj saat ini sedang berada dalam masa transisi kelembagaan. “Dengan perubahan tersebut, diharapkan layanan penyelenggaraan ibadah haji akan semakin terarah, profesional dan didukung sistem yang lebih kuat,” jelasnya.
Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo Samsur yang membacakan sambutan Menteri Haji dan Umrah meminta para peserta menjadikan proses seleksi sebagai bentuk kesungguhan dan ketulusan hati, bukan hanya kompetisi kemampuan.
“Jadikan proses seleksi ini sebagai ikhtiar terbaik, bukan sekadar kompetisi. Tugas petugas haji adalah khidmah, sebuah pelayanan mulia yang bernilai pahala besar,” ungkapnya.
Samsur menekankan pentingnya kesiapan mental, teknis dan empati dalam menjalankan amanah sebagai petugas pendamping jemaah. Tugas ini menuntut ketelatenan, kesabaran serta kepekaan dalam melayani berbagai karakter dan kebutuhan jemaah. “Saya berpesan agar seluruh peserta tetap berlapang dada apabila tidak terpilih pada tahap ini,” lanjutnya.
Dengan adanya peningkatan kuota jemaah haji Kabupaten Probolinggo, besar harapan akan ada penambahan kuota petugas kloter ke depannya. “Kami harap kelapangannya, karena tentunya tidak semua peserta nantinya dapat kesempatan menjadi petugas haji. Semoga dengan bertambahnya kuota jemaah, kuota petugas juga bisa meningkat,” tegasnya.
Samsur juga mengajak peserta melakukan evaluasi berkelanjutan terhadap penyelenggaraan ibadah haji tahun sebelumnya sebagai bekal peningkatan kualitas layanan di masa mendatang. “Luruskan niat untuk mendampingi jemaah, berikan pelayanan terbaik dan terus evaluasi kekurangan dari tahun-tahun sebelumnya,” tambahnya.
Seleksi tahap pertama ini menjadi pintu awal bagi para peserta menuju seleksi tingkat Provinsi Jawa Timur. Dengan sistem yang semakin modern dan transparan, diharapkan PPIH yang terpilih benar-benar memiliki kompetensi, integritas serta ketulusan dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji Kabupaten Probolinggo. (mel/fas)
.jpeg)