Jelang Nataru 2026, Diperta Kabupaten Probolinggo Lakukan Pengawasan Keamanan Produk Pangan Asal Hewan


Dringu, Lensaupdate.com - Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo memperketat pengawasan keamanan produk pangan asal hewan. Pengawasan dilakukan di Pasar Dringu Kecamatan Dringu pada Jum’at (12/12/2025) untuk memastikan ketersediaan dan kualitas daging tetap aman dikonsumsi masyarakat.

Dalam sidak tersebut, tim Diperta menemukan adanya kenaikan harga daging ayam yang cukup signifikan. Harga di lapangan terpantau mencapai Rp 40.000 hingga lebih dan menurut pedagang, kondisi ini sulit turun karena permintaan menjelang hari besar keagamaan terus meningkat.

Sementara harga daging sapi masih stabil di kisaran Rp 110.000 per kilogram dan stok dinilai cukup aman meski terjadi penurunan jumlah pembeli untuk daging ayam, kambing maupun sapi.

Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner drh. Nikolas Nuryulianto memastikan bahwa pengawasan menjelang Nataru dilakukan secara menyeluruh untuk menjaga keamanan pangan hewani serta kestabilan stok.

“Pengawasan ini rutin kami lakukan untuk memastikan daging yang beredar memenuhi standar kesehatan masyarakat veteriner. Menjelang Nataru, frekuensi pengawasan kami tingkatkan karena permintaan daging biasanya naik,” katanya.

Niko menegaskan ketersediaan daging berbagai jenis di Kabupaten Probolinggo masih dalam kondisi aman. “Untuk stok daging, Insya Allah sampai awal tahun baru tercukupi. Potensi gangguan baru mungkin terjadi jika ada kejadian luar biasa seperti wabah atau penyakit hewan,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga mengingatkan pedagang untuk tetap menjaga higiene sanitasi tempat pemotongan agar kualitas daging tetap terjaga. “Kami minta pedagang tetap memperhatikan higiene sanitasi. Masyarakat juga kami himbau untuk membeli daging di kios resmi yang diawasi agar terjamin keamanannya,” tambahnya.

Dengan pengawasan intensif ini, diharapkan masyarakat Kabupaten Probolinggo dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan aman dan nyaman tanpa kekhawatiran terhadap pangan asal hewan yang tidak layak konsumsi. (mel/fas)