Inspektorat Kabupaten Probolinggo Perkuat Budaya Integritas di Sekolah Melalui Road Show Penyuluhan Antikorupsi


Kraksaan, Lensaupdate.com - Dalam suasana peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025, Inspektorat Kabupaten Probolinggo bergerak aktif ke tiga Korwil Pendidikan untuk memberikan pembinaan antikorupsi demi menciptakan sekolah yang bersih dan berintegritas.

Kegiatan berlangsung di SMPN 4 Kraksaan di Korwil Bidang Pendidikan dan Kebudayaan (Dikdaya) Kecamatan Kraksaan pada Kamis (4/12/2025), SDN Pabean di Korwil Bidang Dikdaya Kecamatan Dringu pada Jum’at (5/12/2025) dan Korwil Bidang Dikdaya Kecamatan Tongas pada Senin (8/12/2025).

Di setiap titik, peserta kegiatan terdiri atas Korwil, kepala sekolah dan bendahara dari jenjang TK Negeri (TKN), SDN dan SMPN. Mereka mendapatkan pembinaan langsung dari narasumber Penyuluh Anti Korupsi Seluruh Indonesia (PAKSI) Kabupaten Probolinggo.

Materi penyuluhan meliputi sosialisasi Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2025 tentang petunjuk teknis dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP), penguatan nilai-nilai integritas dan budaya antikorupsi dalam lingkungan pendidikan, penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) di sekolah, akuntabilitas dan transparansi pengelolaan dana pendidikan serta embangun ekosistem pendidikan yang bersih, beretika dan bebas korupsi.

Inspektur Kabupaten Probolinggo Imron Rosyadi mengatakan sekolah merupakan elemen penting dalam pembentukan karakter generasi yang berintegritas. “Sekolah adalah tempat membentuk karakter generasi masa depan. Karena itu, nilai-nilai antikorupsi harus ditanamkan sejak dini, tidak hanya melalui materi pembelajaran tetapi juga melalui praktik pengelolaan yang transparan,”* ujarnya.

Ia menambahkan pemahaman mengenai SPIP dan akuntabilitas pengelolaan anggaran seperti BOSP/BOS perlu terus diperkuat agar tidak terjadi penyimpangan. “Kami ingin memastikan seluruh satuan pendidikan memahami pentingnya pencegahan korupsi dan penguatan sistem pengendalian intern. Hal ini sangat penting untuk membangun tata kelola yang bersih dan akuntabel,” tegasnya.

Menurut Imron, road show antikorupsi ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi bagian dari strategi berkelanjutan untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang bebas dari praktek-praktek penyimpangan.

“Kegiatan ini diharapkan memberikan pemahaman utuh mengenai upaya pencegahan korupsi, tidak hanya di lingkup sekolah, tetapi juga perangkat daerah, BLUD, kecamatan dan desa. Kami mendorong semua peserta agar menjadi agen perubahan dan teladan antikorupsi di unit kerjanya masing-masing,” lanjutnya.

Melalui rangkaian penyuluhan ini, Imron ingin memperkokoh tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel, terutama dalam sektor layanan publik pendidikan. “Penguatan integritas dan transparansi di sekolah diharapkan mampu menurunkan potensi penyimpangan sekaligus menciptakan budaya kerja yang lebih profesional,” tegasnya.

Road show penyuluhan antikorupsi ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah untuk memastikan nilai antikorupsi terus tertanam dan menjadi kebiasaan kerja di seluruh lini pendidikan di Kabupaten Probolinggo. (nab/zid)