Tiris, Lensaupdate.com - Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo mengakibatkan pohon tumbang dan merusak rumah warga Desa Tegalwatu Kecamatan Tiris. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerusakan bangunan terjadi pada bagian atap rumah.
Rumah tersebut milik Ika Wahyuni, warga Dusun Karangrejo RT/RW 02/01 Desa Tegalwatu Kecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon tumbang, Minggu (21/12/2025) sekitar pukul 15.30 WIB.
Peristiwa tersebut terjadi saat hujan lebat disertai angin kencang melanda wilayah Kecamatan Tiris, sehingga menyebabkan satu pohon di sekitar permukiman warga roboh dan menimpa rumah korban. Akibat kejadian tersebut, beberapa bagian bangunan rumah mengalami kerusakan, terutama pada bagian usuk, reng dan asbes.
Menindaklanjuti kejadian itu, Camat Tiris Andi Wiroso bersama sejumlah pihak terkait langsung turun ke lokasi untuk melakukan asesmen awal sebagai dasar pelaporan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo.
Camat Tiris Andi Wiroso mengatakan kejadian pohon tumbang tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. “Pada hari Minggu tanggal 21 Desember 2025 sekitar pukul 15.30 WIB, telah terjadi pohon tumbang yang menimpa rumah salah satu warga di Dusun Karangrejo RT 02 RW 01 Desa Tegalwatu Kecamatan Tiris,” ujarnya.
Menurut Andi, pohon tumbang terjadi akibat intensitas hujan yang cukup tinggi disertai angin kencang. “Kondisi cuaca ekstrem menyebabkan pohon di sekitar rumah warga roboh dan menimpa rumah milik Ibu Ika Wahyuni. Kerusakan terjadi pada beberapa bagian rumah seperti usuk, reng dan asbes,” tambahnya.
Andi menyebutkan, kerugian material akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp1.200.000. “Alhamdulillah dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa. Kami sudah melakukan asesmen awal dan selanjutnya akan kami laporkan ke BPBD Kabupaten Probolinggo untuk penanganan lebih lanjut,” tegasnya.
Pihak Kecamatan Tiris juga menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat terjadi hujan lebat dan angin kencang, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Probolinggo. (ren/zid)
.jpeg)