Probolinggo, Lensaupdate.com - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo menggelar masa orientasi bagi petugas Jalur Perlintasan Langsung sebagai persiapan pengoperasian perlintasan sebidang kereta api baru di Kecamatan Leces dan Tegalsiwalan, Selasa (23/12/2025).
Orientasi tersebut menjadi salah satu ikhtiar Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris dalam meningkatkan keselamatan berlalu lintas, khususnya di perlintasan sebidang kereta api. Upaya ini sejalan dengan program keselamatan berlalu lintas BERTEMAN SAE yang mengajak masyarakat untuk berhenti dulu, tengok kanan kiri sebelum melintas, aman lalu jalan, Insya Allah SAE.
Kepala Dishub Kabupaten Probolinggo Edy Suryanto melalui Kasi Keselamatan Transportasi Mochammad Kartono mengatakan keberadaan JPL sangat penting untuk menekan potensi kecelakaan di perlintasan sebidang yang selama ini menjadi titik rawan.
“Orientasi ini merupakan langkah awal untuk memastikan petugas JPL memahami tugas dan tanggung jawabnya. Ini adalah ikhtiar Bupati Probolinggo dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat saat melintas di perlintasan sebidang kereta api,” ujarnya.
Tono menjelaskan, petugas JPL yang mengikuti orientasi ini akan mulai aktif bertugas pada 1 Januari 2026. Mereka akan bekerja melalui mekanisme perjanjian kontrak kerja selama satu tahun dan dapat diperpanjang pada tahun berikutnya dengan menyesuaikan kondisi serta regulasi yang berlaku.
“Petugas JPL ini nantinya dikontrak selama satu tahun dan akan dievaluasi secara berkala. Perpanjangan kontrak tentu melihat kinerja, kebutuhan lapangan serta regulasi yang ada,” jelasnya.
Lebih lanjut Tono mengungkapkan, secara ideal petugas JPL seharusnya mengikuti pendidikan dan pelatihan di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (PPI) Madiun. Namun, dengan mempertimbangkan keterbatasan anggaran, orientasi dan pembekalan dilaksanakan di Kantor Dishub Kabupaten Probolinggo dengan menghadirkan narasumber dari PT KAI Daop 9 Jember.
“Kami menyadari bahwa keterbatasan anggaran menjadi tantangan. Namun hal ini tidak mengurangi substansi pembekalan. Kami menghadirkan narasumber langsung dari PT KAI Daop 9 Jember agar materi yang disampaikan tetap sesuai standar operasional,” tegasnya.
Setelah menerima materi di dalam ruangan, para peserta orientasi juga mengikuti praktik lapangan di JPL 16 Kecamatan Leces. Praktik ini bertujuan agar petugas JPL memahami kondisi nyata di lapangan serta mampu menjalankan tugas sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).
“Harapan kami, setelah orientasi dan praktik lapangan ini, petugas JPL mampu menjalankan tugas dengan baik, disiplin dan sesuai SOP demi keselamatan pengguna jalan,” tambahnya.
Selain itu, pada momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), para petugas JPL juga berkesempatan untuk berperan sebagai relawan pengamanan di perlintasan sebidang yang belum dijaga secara permanen.
“Kami berharap kehadiran petugas JPL, baik yang bertugas tetap maupun sebagai relawan saat Nataru, dapat meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan dan menekan risiko kecelakaan di perlintasan sebidang,” pungkasnya. (mel/fas)
