Tongas, Lensaupdate.com - Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo memfasilitasi pelaksanaan uji pullorum oleh UPT Laboratorium Kesehatan Hewan (Labkeswan) Malang didampingi Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur di PT Charoen Pokphand Unit 12 Tongas Desa Sumendi Kecamatan Tongas, Selasa (9/12/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengendalian penyakit unggas berbasis deteksi dini untuk menjaga keamanan pangan dan produktivitas sektor perunggasan.
Kegiatan ini dipimpin oleh Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) Diperta Kabupaten Probolinggo drh. Nikolas Nuryulianto didampingi drh. Indri Salespi dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur serta drh. Siti Faidatul Masrurro dari UPT Labkeswan Malang.
Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi melalui Kabid Keswan dan Kesmavet drh. Nikolas Nuryulianto mengatakan uji pullorum merupakan instrumen vital dalam deteksi dini penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella pullorum atau dikenal sebagai penyakit berak kapur.
“Penyakit ini bersifat menular, termasuk melalui transmisi vertikal dari induk unggas ke telur, sehingga berpotensi mengakibatkan kerugian signifikan pada sektor budidaya ayam petelur,” katanya.
Menurut Niko, pengujian dilakukan melalui pemeriksaan serum darah ayam untuk mengetahui status kesehatan secara spesifik terhadap infeksi Salmonella pullorum. "Uji pullorum sangat penting untuk mendeteksi secara dini. Jika tidak dilakukan, penyakit ini dapat berdampak fatal terhadap usaha produksi telur ayam karena penularannya dapat terjadi melalui telur," jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut dilakukan pengambilan dan pengujian sekitar 2.500 sampel. Dari hasil pemeriksaan seluruh sampel dinyatakan negatif. "Hari ini ada sekitar 2.500 sampel yang diuji dan semuanya negatif. Apabila ditemukan satu saja sampel positif, maka harus dilakukan vaksinasi ulang, perbaikan biosekuriti, pengobatan pada ternak serta pembatasan distribusi telur sampai kondisi kembali aman," terangnya.
Niko menegaskan uji pullorum merupakan prosedur wajib yang dilaksanakan secara berkala oleh perusahaan perunggasan besar seperti PT Charoen Pokphand Unit 12 Tongas dan Malindo untuk memastikan keamanan biologis serta kualitas produksi. "Uji pullorum ini dilakukan secara berkala untuk mengetahui secara dini potensi penyakit pada ayam. Alhamdulillah seluruh sampel hari ini dalam kondisi sehat," tambahnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Probolinggo melalui Diperta untuk memastikan kesehatan hewan, keamanan pangan asal unggas serta stabilitas usaha perunggasan di wilayah Kabupaten Probolinggo. (mel/fas)
