Diperta Kabupaten Probolinggo Perkuat Pengendalian Hama Tikus Padi Bersama BRMP Aneka Kacang


Dringu, Lensaupdate.com - Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan BRMP Aneka Kacang menggelar bimbingan teknis (bimtek) pengendalian hama utama tanaman padi sebagai langkah strategis menekan serangan hama tikus dan menjaga produktivitas pertanian.

Tak bimtek, BRMP Aneka Kacang juga menyerahkan bantuan alat berupa bubu perangkap, plastik barrier serta alat pengemposan yang nantinya akan didistribusikan ke kecamatan-kecamatan melalui Diperta Kabupaten Probolinggo.

Bimtek tersebut dihadiri Kepala BRMP Aneka Kacang sekaligus Penanggung Jawab Luas Tambah Tanam (Pj LTT) Kabupaten Probolinggo Nur’Aini Herawati beserta tim, Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi, Kepala Bidang Sarana Penyuluhan dan Pengendalian Pertanian Diperta Kabupaten Probolinggo Faiq El Himmah, perwakilan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) serta petani dari berbagai kecamatan di Kabupaten Probolinggo.

Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi melalui Kepala Bidang Sarana Penyuluhan dan Pengendalian Pertanian Faiq El Himmah mengatakan pengendalian hama tikus merupakan salah satu prioritas Diperta karena hama tersebut berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi petani padi.

“Pengendalian hama tikus ini sangat penting karena serangannya bisa terjadi sejak fase persemaian hingga menjelang panen. Jika tidak dikendalikan secara tepat, dampaknya bisa menurunkan produksi dan merugikan petani secara ekonomi,” ujarnya.

Menurut Faiq, tujuan utama kegiatan ini adalah menekan populasi tikus di lahan sawah, meningkatkan produktivitas padi serta menjaga ketahanan pangan, baik di tingkat lokal maupun nasional. Selain itu, bimtek ini juga bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam menerapkan teknik pengendalian yang efektif dan ramah lingkungan.

“Melalui bimtek ini, kami ingin petani memiliki pemahaman yang utuh, tidak hanya soal cara membasmi, tetapi juga bagaimana mengendalikan hama tikus secara berkelanjutan tanpa merusak lingkungan,” tambahnya.

Faiq menjelaskan, BRMP Aneka Kacang memberikan dukungan berupa bimbingan teknis kepada penyuluh pertanian terkait identifikasi lubang aktif tikus, teknik pengemposan hingga penggunaan alat perangkap modern. Selain itu, diperkenalkan pula teknologi pengendalian seperti Linear Trap Barrier System (LTBS) dan Trap Barrier System (TBS) yang dinilai efektif menekan populasi tikus secara berkelanjutan.

“Teknologi LTBS dan TBS ini sangat membantu petani karena lebih efisien dan bisa diterapkan secara massal. Kami dorong agar pengendalian dilakukan serentak berbasis kawasan, sehingga hasilnya lebih optimal,” jelasnya.

Selain metode mekanis, pemanfaatan agen hayati juga menjadi perhatian. Salah satunya melalui penggunaan burung hantu sebagai predator alami tikus. Diperta bersama BRMP Aneka Kacang mendorong pendekatan ini sebagai solusi ramah lingkungan dalam menjaga keseimbangan ekosistem pertanian.

“Harapan kami, dengan sinergi ini, petani semakin berdaya, kerugian akibat hama tikus dapat ditekan dan lingkungan pertanian di Kabupaten Probolinggo tetap sehat dan produktif,” pungkasnya. (mel/fas)