Tongas, Lensaupdate.com - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo menyalurkan bantuan sosial (bansos) Kemiskinan Ekstrem (KE) Tahun 2025 kepada warga Desa Curah Tulis Kecamatan Tongas, Senin (8/12/2025). Bantuan ini bersumber dari anggaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dan ditujukan untuk mendorong kemandirian ekonomi keluarga miskin ekstrem melalui dukungan modal usaha.
Sebanyak 39 Penerima Manfaat (PM) ditetapkan sebagai sasaran program. Namun hanya 37 PM yang dapat menerima, karena satu penerima telah bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) dan satu orang lainnya telah pindah alamat ke luar Kabupaten Probolinggo.
Kepala Dinsos Kabupaten Probolinggo Rachmad Hidayanto melalui Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Bekti Dinarwati mengatakan bantuan sebesar Rp 1.500.000 yang diberikan kepada masing-masing penerima bukanlah bantuan konsumtif. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendorong usaha produktif masyarakat.
“Kalau mengenai KE kemarin dari 39 penerima itu yang tidak bisa tersalur ada dua. Satu sudah pergi bekerja sebagai TKW dan satunya pindah ke luar Kabupaten Probolinggo sehingga tidak bisa disalurkan,” katanya.
Bekti menekankan program KE difokuskan pada penerima yang memiliki embrio usaha atau keinginan kuat untuk memulai usaha. Bantuan tersebut harus menjadi sarana pengembangan ekonomi, bukan belanja kebutuhan harian.
“KE ini bantuan sosial bagi masyarakat kita, khususnya perempuan yang punya embrio usaha atau ingin berusaha. Jadi Rp 1.500.000 itu bukan untuk kebutuhan konsumtif, tetapi untuk kebutuhan berusaha, misalnya sebagai modal,” jelasnya.
Lebih lanjut Bekti memastikan setiap penerima bantuan memiliki kewajiban untuk memanfaatkan dana secara produktif. Pemantauan dan evaluasi akan dilakukan berkala untuk memastikan tujuan program tercapai.
“Ke depannya kami akan melakukan monitoring dan evaluasi, apakah benar bantuan Rp 1.500.000 itu digunakan untuk usaha. Misalnya ada yang jual cilok atau tempura, nanti kami cek perkembangan usahanya,” terangnya.
Menurut Bekti, penerima bansos harus memiliki komitmen untuk mengembangkan usaha mereka, karena keberhasilan program ditentukan oleh keseriusan penerima dalam memanfaatkan modal tersebut.
“Teman-teman yang mendapat bantuan KE itu bertanggung jawab terhadap perkembangan usahanya. Bantuan ini sebagai embrio modal usaha mereka atau pengembangan usaha yang sudah ada,” tambahnya.
Bekti menegaskan arah besar dari program KE adalah pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan. Pemanfaatan bantuan diarahkan agar penerima menjadi produktif, mandiri dan tidak terus bergantung pada program bantuan pemerintah.
“Harapan terbesar kita adalah penerima bansos ini nantinya bisa berdaya guna. Mereka bisa mandiri, tidak mengandalkan bantuan dari pemerintah. Kami ingin penerima keluar dari bansos karena sudah mampu berusaha sendiri. Harapan kita penerima KE nantinya bisa mandiri dan berdaya guna,” pungkasnya. (mel/fas)
