BPBD Kabupaten Probolinggo Minta Warga Pesisir Siaga Potensi Rob Imbas Pasang Maksimum


Kraksaan, Lensaupdate.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo mengimbau warga di wilayah pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul peringatan BMKG mengenai potensi banjir rob akibat pasang air laut maksimum.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan BMKG memprediksi adanya pasang air laut maksimum yang dapat berdampak pada pesisir Jawa Timur, termasuk wilayah Kabupaten Probolinggo.

“Kami mendapatkan informasi dari BMKG terkait dengan waspada pasang air laut maksimum di wilayah pesisir Jawa Timur, salah satunya di Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.

BMKG menjelaskan, pasang air maksimum ini terjadi sebagai bagian dari siklus bulanan posisi bulan yang saat ini memasuki fase tengah bulan atau purnama. Kondisi tersebut menimbulkan potensi rob di sejumlah pesisir dengan ketinggian 120–150 cm dari rata-rata permukaan laut.

“Pasang air laut maksimum ini berpotensi menimbulkan genangan setinggi 10–30 cm di daratan. Dampaknya bisa mengganggu transportasi di sekitar pelabuhan, aktivitas petani garam, sektor perikanan hingga kegiatan bongkar muat,” jelasnya.

Untuk meminimalkan dampak di wilayah Kabupaten Probolinggo, BPBD telah melakukan berbagai langkah mitigasi. “Kami melakukan sosialisasi melalui media digital serta menerbitkan surat edaran kepada para camat untuk diteruskan ke seluruh perangkat desa di wilayah pesisir,” tuturnya.

Adapun kecamatan pesisir di Kabupaten Probolinggo yang menjadi fokus kewaspadaan meliputi Sumberasih, Gending, Dringu, Tongas, Pajarakan, Kraksaan dan Paiton. Selain sosialisasi, BPBD juga berkoordinasi dengan pemerintahan desa untuk memantau kondisi lapangan.

“Kami membantu penyediaan kantong pasir (sandbag) bagi desa yang membutuhkan dan melakukan kerja bakti bersama warga di wilayah pesisir dan muara sungai. Langkah ini untuk mengurangi dampak genangan jika rob benar-benar terjadi,” tambahnya.

BPBD menghimbau masyarakat, khususnya yang tinggal atau beraktivitas di wilayah pesisir untuk selalu memantau perkembangan informasi cuaca dan pasang surut. Aktivitas yang berhubungan langsung dengan laut, seperti melaut atau kegiatan pelabuhan diminta mempertimbangkan kondisi ini. “Kami berharap masyarakat tetap tenang, tetapi meningkatkan kewaspadaan. Ikuti arahan aparat desa dan BPBD bila terjadi peningkatan ketinggian air,” pesannya.

Rob diperkirakan bersifat sementara sesuai periode pasang maksimum. Namun, BPBD menegaskan bahwa kesiapsiagaan masyarakat adalah kunci untuk menghindari risiko yang lebih besar. (nab/zid)