Pemkab Probolinggo Resmi Lepas Peserta Family Trip Argopuro via Bermi


Krucil, Lensaupdate.com - Pemerintah Kabupaten Probolinggo (Pemkab) melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) melepas peserta Family Trip pendakian Taman Hidup Gunung Argopuro via Jalur Bermi, Sabtu (22/11/2025).

Pelepasan berlangsung di kawasan Bromo Eco Park Krucil dan menjadi bagian dari pengembangan wisata alam berbasis konservasi di wilayah selatan Kabupaten Probolinggo.

Kepala Disporapar Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi memimpin langsung pelepasan peserta didampingi Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Agus Budianto, Sekretaris Disporapar Dian Cahyo Prabowo beserta jajarannya serta perwakilan Forkopimka Krucil, Balai Besar KSDA Jatim, komunitas pendaki dan penggiat konservasi.

Dalam sambutannya, Kepala Disporapar Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi menyampaikan kegiatan wisata pendakian ini merupakan tindak lanjut dukungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo terhadap dibukanya kembali jalur resmi pendakian Gunung Argopuro melalui Bermi sejak 20 Agustus 2025.

“Pendakian Taman Hidup melalui jalur Bermi ini bukan sekadar kegiatan wisata, tetapi bagian dari upaya kita mengembangkan wisata alam yang aman, terorganisasi dan berkelanjutan. Argopuro memiliki nilai konservasi yang sangat penting dan Taman Hidup adalah salah satu daya tarik utamanya yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.

Heri menambahkan kegiatan ini sekaligus sarana promosi potensi wisata Gunung Argopuro melalui konten digital dan pengalaman langsung para peserta. “Promosi wisata hari ini tidak cukup hanya dengan informasi, tetapi perlu visual, narasi dan pengalaman nyata yang dibagikan oleh para peserta dan kreator konten. Dari sini kita harapkan muncul cerita-cerita positif tentang keindahan Argopuro dan Taman Hidup,” jelasnya.

Dalam kegiatan yang diikuti oleh 24 peserta dan 4 pendamping ini Heri mengingatkan pentingnya kesiapan fisik, mental dan perlengkapan sebelum melakukan pendakian. “Argopuro tidak bisa dianggap enteng. Selain fisik, mental juga harus siap. Perlengkapan dicek berulang kali, dan selama perjalanan saling menjaga satu sama lain,” pesannya.

Sementara perwakilan Balai Besar KSDA Jatim Resort Suaka Margasatwa Argopuro Alfikrin Farhan N menegaskan bahwa kawasan Taman Hidup merupakan wilayah suaka margasatwa yang memiliki fungsi penting bagi kelestarian satwa dan ekosistem pegunungan Argopuro.

“Taman Hidup ini bukan sekadar tempat berkemah atau berfoto, tetapi bagian dari kawasan suaka margasatwa. Setiap sampah yang tertinggal, setiap perilaku yang tidak bertanggung jawab dapat mengubah perilaku satwa dan merusak keseimbangan ekosistem asli kawasan ini. Karena itu kami mengajak semua pendaki untuk benar-benar menjaga kebersihan dan mematuhi aturan konservasi,” ungkapnya.

Penggiat pendakian Raymond dan Arifin turut memberikan edukasi teknis tentang keselamatan, pentingnya pemanasan, pembagian posisi pemandu di depan, tengah dan belakang hingga kedisiplinan dalam mendirikan tenda serta etika selama berada di alam terbuka. Arifin juga mengingatkan agar seluruh sampah dibawa turun kembali.

“Demi kecintaan kita pada Gunung Argopuro, tolong semua sampah dibawa turun. Lebih baik rumah saya penuh sampah daripada sampah dibiarkan merusak alam Argopuro,” ujarnya mengingatkan.

Pendakian dilaksanakan selama dua hari satu malam, sejak 22 hingga 23 November 2025. Sepanjang perjalanan menuju Danau Taman Hidup, peserta dihadapkan pada kondisi jalur yang licin dan cuaca hujan yang cukup menyulitkan langkah. Meski demikian, semua lelah terbayar ketika rombongan tiba di Taman Hidup, sebuah danau alami di ketinggian yang dikelilingi hutan, kabut tipis dan hamparan vegetasi hijau yang memantul di permukaan air.

Keheningan dan keindahan Taman Hidup menghadirkan suasana syahdu, sejuk dan menenangkan, seolah menjadi ruang kontemplasi di tengah bentang alam Argopuro yang megah. Peserta mendirikan tenda di sekitar area yang telah ditentukan, menikmati malam dengan udara dingin pegunungan, jauh dari hiruk pikuk perkotaan.

Sebelum turun kembali ke Bermi, peserta bersama petugas BKSDA melakukan aksi bersih jalur dengan memungut sampah sepanjang rute sebagai bagian dari edukasi dan komitmen menjaga kawasan suaka margasatwa Argopuro.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Probolinggo berharap jalur resmi Bermi–Taman Hidup dapat berkembang sebagai destinasi wisata alam yang tertata, aman dan tetap mengedepankan prinsip konservasi, sehingga manfaat ekonomi, sosial dan lingkungan dapat dirasakan masyarakat sekitar tanpa mengorbankan kelestarian Gunung Argopuro. (ren/zid)