DKUPP Kabupaten Probolinggo Perkuat Daya Saing Industri Rokok Lewat Pelatihan SDM IHT


Pajarakan, Lensaupdate.com – Upaya meningkatkan kualitas tenaga kerja industri rokok kembali dilakukan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo. Melalui program pelatihan peningkatan kapasitas SDM perusahaan rokok, DKUPP mengumpulkan puluhan peserta dari berbagai perusahaan tembakau di Aula RM Masada Desa Karanggeger Kecamatan Pajarakan, Selasa (18/11/2025).

Sebanyak 50 peserta dari sejumlah perusahaan rokok di Kabupaten Probolinggo turut berpartisipasi, mulai dari PR Alam Baru Abadi, Lancar Usaha Cipta Karya, Nur Jaya Utama, Gracia Artha Samudra, Besuk Sukses Harmoni, AW Tobaccos, Alam Sejahtera, Surya Putera Eka Karunia, Karya Putra Mega Mandiri hingga Aroma Multi Jaya.

Kegiatan dibuka oleh Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto didampingi Kabid Perindustrian Muhammad Ikbal serta narasumber dari Bea Cukai Probolinggo dan CV Gudang Rizki Nusantara.

Kepala Bidang Perindustrian DKUPP Kabupaten Probolinggo Muhammad Ikbal menyampaikan pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kemampuan teknis dan manajerial pekerja industri rokok. Peningkatan kapasitas SDM memegang peran fundamental dalam menjaga kualitas produk sekaligus memperkuat daya saing perusahaan.

“Pelatihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas, produktivitas dan efisiensi karyawan melalui program pengembangan yang terstruktur. Tujuannya agar perusahaan mampu menghasilkan produk yang memenuhi standar, menekan biaya operasional serta meningkatkan laba. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat mempersiapkan perusahaan dalam menghadapi tantangan industri tembakau yang semakin kompetitif,” ujarnya.

Ikbal menambahkan penguatan SDM juga berkaitan langsung dengan kebutuhan pengembangan perusahaan yang selaras dengan arah strategis industri tembakau nasional. “Kami mendorong peningkatan keterampilan manajerial, keahlian teknis serta pemahaman terkait regulasi yang berlaku. Kualitas tembakau yang baik menjadi kunci agar produk akhir rokok tetap terjaga mutunya,” tambahnya.

Sementara Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto mengatakan pemerintah daerah memiliki komitmen kuat untuk mengembangkan Industri Hasil Tembakau (IHT) sebagai sektor strategis yang berkontribusi signifikan terhadap perekonomian masyarakat, khususnya petani tembakau.

“Pemerintah Kabupaten Probolinggo fokus dan serius dalam mengembangkan IHT. Komitmen ini diwujudkan melalui upaya mendorong inovasi, memperkuat hilirisasi serta menjaga iklim usaha yang kondusif. Tujuan utamanya menjaga keberlanjutan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan petani,” katanya.

Sugeng menjelaskan dukungan pemerintah pusat terhadap IHT juga sangat kuat. Bentuk dukungan tersebut meliputi pembangunan infrastruktur seperti Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) dan Aglomerasi Pabrik Hasil Tembakau (APHT), pemberian kemudahan perizinan, fasilitas permodalan serta pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

“Seluruh kebijakan tersebut diarahkan untuk meningkatkan daya saing IHT, menekan peredaran rokok ilegal serta memperkuat kesejahteraan petani tembakau. Pelatihan SDM menjadi salah satu aspek kunci untuk memastikan perkembangan industri tetap berkesinambungan,” tegasnya.

Pelatihan ini menjadi bagian dari pemanfaatan DBHCHT Tahun Anggaran 2025, terutama pada aspek peningkatan kapasitas tenaga kerja melalui pelatihan pelintingan rokok. “Keterampilan pelintingan dianggap vital dalam menjaga kualitas rokok kretek sebagai produk khas yang memiliki nilai ekonomi tinggi,” terangnya.

Menurut Sugeng, pelatihan tidak hanya menekankan teknik pelintingan rokok secara presisi, tetapi juga memperkuat pemahaman terkait kualitas bahan baku, standar industri serta strategi efisiensi proses produksi. Penguatan kompetensi ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan memperkuat daya saing industri tembakau Kabupaten Probolinggo dalam skala nasional.

“Pelatihan ini merupakan wujud nyata pemanfaatan DBHCHT. Fokus kami pada peningkatan kompetensi pelintingan rokok karena keterampilan ini sangat menentukan kualitas produk kretek. Harapannya, para peserta pelatihan dapat meningkatkan produktivitas kerja dan memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi lokal,” pungkasnya. (nab/zid)