Kraksaan, Lensaupdate.com - Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo terus berupaya memperkuat peran koperasi sebagai fondasi ekonomi rakyat melalui pelatihan peningkatan kapasitas pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tahun 2025.
Kegiatan yang berlangsung sejak 10 hingga 29 November 2025 ini diikuti ratusan pengurus koperasi dari seluruh wilayah Kabupaten Probolinggo. Mengusung tema “SDM dan Talenta Unggul Menuju Indonesia Emas 2045”, pelatihan ini menjadi sarana pembinaan untuk menciptakan koperasi yang berdaya saing, profesional dan adaptif terhadap era digital.
Pelatihan dilaksanakan dalam enam angkatan, di mana lima angkatan diikuti 100 peserta dan satu angkatan terakhir diikuti 160 peserta. Setiap angkatan menempuh pelatihan intensif selama tiga hari yang dikemas dengan pendekatan praktik dan studi kasus.
Hari pertama difokuskan pada pengenalan prinsip koperasi modern, regulasi dan arah kebijakan pemerintah, serta tata kelola kelembagaan berbasis Good Cooperative Governance. Peserta juga dibekali keterampilan penyelenggaraan RAT, pelaporan keuangan dan pengembangan mindset kewirausahaan.
Hari kedua membahas digitalisasi koperasi dengan pengenalan aplikasi Simkopdes dan talentakoperasi.id serta penguatan kemitraan strategis dengan BUMN, BUMDes dan sektor swasta. Peserta juga dilatih menyusun Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi (RAPBK) serta strategi pemasaran berkelanjutan.
Sementara hari ketiga fokus pada pembukuan dasar, analisis laporan keuangan, perpajakan koperasi, dan pengembangan model bisnis koperasi seperti gerai sembako, apotek, logistik dan simpan pinjam.
Kegiatan dilaksanakan di beberapa titik lokasi, antara lain Alino Café & Eatery Kraksaan sebanyak 3 angkatan serta masing-masing satu angkatan di Kantor Bupati Probolinggo, Hotel Bromo View dan Hotel Nadia Sukapura.
Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto mengatakan pelatihan pengurus KDKMP tahun 2025 menjadi langkah awal membangun koperasi yang modern, profesional dan berdaya saing. Pelatihan ini difokuskan pada peningkatan kemampuan pengurus dalam berbisnis, mengelola organisasi dan membaca peluang usaha sesuai potensi di masing-masing desa.
“Hari ini kita mengumpulkan seluruh pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih untuk dibekali ilmu tentang cara berbisnis, cara mengatur organisasi hingga membaca peluang bisnis yang bisa dikembangkan di koperasi masing-masing. Intinya, kita memperkuat kelembagaan dan tata kelola koperasi yang modern,” katanya.
Ia menjelaskan, pelatihan dilakukan dalam enam angkatan dengan jumlah peserta mencapai ratusan orang. Tahun 2026, pihaknya menargetkan seluruh koperasi sudah mulai menjalankan bisnis berbasis potensi lokal.
“Kami mendorong agar tahun pertama ini koperasi fokus dulu pada bisnis sembako, karena risikonya kecil dan kebutuhannya tinggi di masyarakat. Bulog juga siap mensupport barang-barang yang dibutuhkan koperasi,” jelasnya.
Sugeng berharap, hingga akhir tahun 2025 seluruh 330 desa dan kelurahan sudah memenuhi persyaratan pembentukan KDKMP, sehingga pada 2026 seluruhnya bisa beroperasi penuh dan berkontribusi bagi ekonomi desa. (nab/zid)
