Bantaran, Lensaupdate.com - Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Probolinggo menggelar bimbingan teknis (bimtek) pengolahan pangan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) sebagai bagian dari program Pengembangan Desa B2SA tahun 2025, Kamis (20/11/2025).
Kegiatan tersebut berlangsung serentak di lima desa di tiga kecamatan. Yakni, Desa Kropak dan Bantaran Kecamatan Bantaran, Desa Bulu Kecamatan Kraksaan serta Desa Prasi dan Nogosaren Kecamatan Gading.
Setiap desa diikuti 50 peserta yang terdiri atas TP PKK Desa, kelompok tani (poktan) dan perwakilan masyarakat. Secara keseluruhan, program ini akan menjangkau tujuh desa di tiga kecamatan, termasuk Desa Asembakor Kecamatan Kraksaan serta Desa Ranuwurung Kecamatan Gading.
Kepala DKP Kabupaten Probolinggo Yahyadi mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan praktik konsumsi pangan yang sehat dan seimbang. “Harapannya, pola konsumsi pangan B2SA dapat membudaya di masyarakat sehingga terwujud generasi yang sehat, aktif dan produktif,” ujarnya.
Yahyadi menjelaskan pemenuhan pangan yang beragam dan bergizi merupakan syarat penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. “Setiap orang membutuhkan sekitar 45 jenis zat gizi yang hanya dapat diperoleh melalui konsumsi makanan yang beranekaragam. Karena itu, pola konsumsi pangan berperan besar dalam menentukan status gizi masyarakat,” jelasnya.
Namun demikian jelas Yahyadi, hingga saat ini pola konsumsi masyarakat masih belum sesuai kaidah gizi seimbang. Konsumsi sayur dan buah masih rendah, kualitas asupan protein belum optimal serta masih tingginya konsumsi makanan dan minuman dengan kadar gula tinggi.
“Melalui program Desa B2SA, pemerintah berupaya mendorong masyarakat menerapkan pola konsumsi sehat sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga. Program ini juga berkontribusi terhadap upaya penurunan kemiskinan dan stunting serta membuka peluang usaha sesuai potensi lokal,” terangnya.
Menurut Yahyadi, panduan pengembangan desa B2SA menjadi sangat penting sebagai edukasi sejak dini. “Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat semakin memahami penyediaan, pengolahan hingga pemanfaatan pangan yang memenuhi prinsip B2SA,” pungkasnya. (mel/fas)
