Dringu, Lensaupdate.com - Sebagai upaya menjaga keberlanjutan sumber daya laut sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan, Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo menggelar pelatihan pembuatan rumah ikan di ruang pertemuan UPT Perikanan Budidaya Air Tawar/Payau Dringu, Rabu (5/11/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh 35 nelayan dari tujuh kecamatan pesisir, yakni Tongas, Sumberasih, Dringu, Gending, Pajarakan, Kraksaan dan Paiton. Para peserta mendapatkan bimbingan langsung dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur.
Kepala Diskan Kabupaten Probolinggo Achmad Aruman melalui Kepala Bidang Perikanan Tangkap Hari Pur Sulistiono mengatakan kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada nelayan tentang cara pembuatan rumah ikan.
“Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan keterampilan nelayan dalam membuat dan menggunakan rumah ikan sebagai alat bantu penangkapan yang ramah lingkungan. Diharapkan, ini dapat meningkatkan hasil tangkapan, menekan biaya operasional serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan nelayan,” katanya.
Menurut Ipung, Kabupaten Probolinggo memiliki garis pantai sepanjang 76 kilometer dengan potensi hasil perikanan tangkap laut mencapai 31.754,50 ton pada tahun 2024. Namun demikian, tekanan terhadap sumber daya ikan semakin tinggi akibat intensitas penangkapan yang meningkat dan menurunnya daya dukung lingkungan.
“Penurunan sumber daya ikan tidak hanya disebabkan oleh penangkapan berlebih, tetapi juga oleh penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan, pelanggaran jalur penangkapan dan degradasi habitat penting perikanan. Melihat kondisi tersebut, rumah ikan menjadi solusi alternatif untuk menjaga kelestarian ekosistem laut sekaligus meningkatkan hasil tangkapan,” jelasnya.
Ipung menjelaskan rumah ikan merupakan bangunan berongga dari bahan padat yang ditempatkan di dasar perairan, berfungsi sebagai tempat berlindung, berkembang biak dan tumbuh bagi ikan. Keberadaan rumah ikan juga membantu memulihkan populasi ikan di wilayah tangkap. “Rumah ikan menjadi areal berpijah bagi ikan dewasa dan tempat asuhan bagi telur serta anak ikan. Dengan begitu, populasi ikan di perairan bisa pulih secara alami,” terangnya.
Melalui pelatihan ini Ipung berharap nelayan dapat menerapkan konsep perikanan berkelanjutan yang tidak hanya meningkatkan hasil tangkapan, tetapi juga menjaga ekosistem laut agar tetap produktif dan lestari.
“Kami ingin nelayan Kabupaten Probolinggo tidak hanya pandai menangkap ikan, tapi juga peduli terhadap pelestarian sumber daya laut. Rumah ikan adalah salah satu langkah nyata menuju pengelolaan perikanan yang mandiri dan berdaya saing,” pungkasnya. (mel/fas)
