Probolinggo, Lensaupdate.com - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo menggelar pembinaan Standar Operasional Prosedur (SOP) bagi penjaga perlintasan kereta api, Kamis (27/11/2025). Pembinaan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi petugas sekaligus memperkuat keselamatan perkeretaapian di wilayah Kabupaten Probolinggo.
Kegiatan tersebut diikuti para penjaga perlintasan sebidang dari berbagai titik jalur kereta api. Seluruh peserta mendapatkan penguatan materi teknis, kedisiplinan kerja, dan pemahaman teknologi penunjang keselamatan.
Kepala Dishub Kabupaten Probolinggo Edy Suryanto melalui Kasi Keselamatan Transportasi menyampaikan pembinaan SOP ini bertujuan memastikan seluruh petugas jaga lintasan menjalankan tugas secara profesional dan penuh tanggung jawab.
“Kegiatan ini kami laksanakan untuk memastikan para penjaga perlintasan benar-benar memahami SOP serta mampu menjalankan tugasnya secara profesional. Keselamatan perkeretaapian berdampak langsung pada keselamatan masyarakat, sehingga petugas harus memiliki keterampilan, pengetahuan dan kedisiplinan yang kuat,” ujarnya.
Tono menjelaskan pelatihan tidak hanya bersifat teori, tetapi juga mencakup simulasi kondisi darurat dan praktik lapangan. Penguasaan teknologi berbasis sistem peringatan dini otomatis dan kamera pengawas (CCTV) juga menjadi fokus pembinaan.
“Pembinaan tidak hanya teori, tetapi juga praktik lapangan dan simulasi kondisi darurat. Mereka juga diajarkan untuk memaksimalkan sistem peringatan dini otomatis maupun CCTV agar keputusan di lapangan bisa cepat dan tepat,” jelasnya.
Lebih lanjut Tono menegaskan aspek kedisiplinan, ketelitian dan pemahaman Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) menjadi poin penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman.
“Kami ingin memastikan petugas tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga disiplin, teliti dan memiliki kesadaran penuh bahwa tugas mereka menyangkut keselamatan jiwa. Mereka adalah benteng terakhir keselamatan di perlintasan sebidang,” tegasnya.
Dishub Kabupaten Probolinggo berharap melalui pembinaan berkelanjutan ini akan tercipta ekosistem transportasi perkeretaapian yang lebih aman serta meminimalisir risiko kecelakaan di titik perlintasan sebidang. (mel/fas)
