Pemkab Probolinggo Dorong Sinergi PKK dan OPD Jalankan Tiga Program Prioritas














Kraksaan, Lensaupdate.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menegaskan komitmennya menjawab tantangan pembangunan sosial di tengah keterbatasan anggaran melalui rapat koordinasi (rakor) tiga program prioritas. Rakor digelar di Ruang Pertemuan Argopuro Kantor Bupati Probolinggo, Kamis (2/10/2025).

Acara ini dihadiri Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris, SE., anggota Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Hamim Wajdi, Sekretaris I TP PKK Rita Erik Ugas Irwanto, Kepala OPD terkait serta organisasi perempuan masyarakat.

Anggota TP2D Hamim Wajdi menegaskan PKK tetap menjadi motor penggerak pembangunan berbasis masyarakat. “PKK adalah backbone setiap kegiatan masyarakat. Karena anggaran terbatas, sinergi dengan komunitas dan OPD menjadi kunci. OPD sekarang bukan pelaksana tunggal, tetapi fasilitator agar desa dan komunitas mandiri,” tegasnya.

Sementara Ning Marisa menyoroti masih tingginya angka stunting di Kabupaten Probolinggo. “Kunci utama penanganan stunting ada pada edukasi sejak dini, intervensi calon pengantin serta penguatan Dasawisma di desa sebagai ujung tombak yang paling dekat dengan keluarga,” katanya.

Sebagai langkah awal, pilot project Dasawisma akan dijalankan di tiga kecamatan pada 2025, dengan target seluruh desa memiliki Dasawisma pada 2026.

Sekretaris I TP PKK Kabupaten Probolinggo Rita Erik Ugas Irwanto menambahkan, isu remaja dan sampah juga butuh perhatian serius.

“Kenakalan remaja seperti narkoba, putus sekolah hingga kriminalitas harus diantisipasi bersama. Di sisi lain, pengelolaan sampah perlu digerakkan dari sekolah, ormas hingga desa dengan gerakan pengurangan dan daur ulang. Lomba ‘RT/Desa Bersih’ akan jadi pemicu kesadaran kolektif,” ujarnya.

Rakor menyepakati tiga isu prioritas pembangunan sosial Kabupaten Probolinggo diantaranya penanganan stunting melalui validasi data, intervensi calon pengantin, dan penguatan Dasawisma, pencegahan kenakalan remaja, termasuk narkoba, putus sekolah dan kriminalitas serta pengelolaan sampah dengan gerakan pengurangan, daur ulang dan lomba kebersihan desa.

Pemkab Probolinggo optimistis, melalui kolaborasi OPD, PKK, TP2D dan organisasi masyarakat seperti Muslimat NU, Fatayat NU dan Aisyiyah, ketiga program ini dapat berjalan berkesinambungan.

“Dengan sinergi yang erat, kita bisa menekan angka stunting, menjaga lingkungan tetap bersih, dan membentuk generasi muda sehat serta berdaya saing,” pungkas Ning Marisa. (nab/zid)