Probolinggo, Lensaupdate.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menunjukkan langkah nyata dalam upaya peningkatan mutu layanan kesehatan melalui penandatanganan “Janji dan Rekomendasi Perbaikan Pelayanan” di RSUD Tongas.
Kegiatan ini digelar pada Sabtu (13/9/2025) di Pendopo Prasaja Ngesti Wibawa Kabupaten Probolinggo sebagai bagian dari komitmen untuk menjadikan RSUD Tongas sebagai rumah sakit rujukan yang modern, responsif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris, Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Oka Mahendra Jati Kusuma, Ketua Forum Kabupaten Probolinggo Sehat (FKPS) dr. Syahrudi serta Plt Direktur RSUD Tongas dr. Catur Prangga Wadana.
Turut hadir pula anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Hasan Irsyad, Kepala OPD dan Camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, anggota Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Hamim Wajdi, jajaran direksi, dokter dan karyawan/karyawati RSUD Tongas serta perwakilan organisasi keagamaan dan tokoh masyarakat Kabupaten Probolinggo.
Penandatanganan Janji dan Rekomendasi dilakukan oleh Plt. Direktur RSUD Tongas dr. Catur Prangga Wadana dan Ketua Forum Kabupaten Probolinggo Sehat (FKPS) dr. Syahrudi disaksikan Bupati Haris dan Ketua DPRD Oka Mahendra.
Langkah ini diawali dari survei kepuasan pasien berskala besar yang dilakukan oleh pihak rumah sakit. Sebanyak 8.000 kuesioner disebarkan kepada pengguna layanan dan 6.471 di antaranya kembali dengan hasil yang mencerminkan berbagai keluhan masyarakat terhadap pelayanan RSUD Tongas.
Survei tersebut mengungkapkan enam isu krusial yang sering dikeluhkan, di antaranya tidak tersedianya alat CT Scan (2.380 responden), belum tersedia alat implan untuk kasus patah tulang (2.318 responden), layanan cuci darah belum tersedia (2.365 responden), antrian panjang di poli penyakit dalam (1.966 responden), tidak adanya poli eksekutif bagi pasien umum (1.608 responden) serta ruang rawat inap ibu melahirkan yang kurang memadai (1.441 responden).
Plt Direktur RSUD Tongas dr. Catur Prangga Wadana menyatakan survei ini adalah langkah awal menuju transparansi pelayanan. "Kami tidak ingin hanya menerima aduan pasif. Kali ini kami aktif menanyakan langsung apa yang kurang, dan kami siap berbenah," tegasnya.
Sementara Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris menyambut baik keterbukaan ini dan mendorong RSUD Tongas untuk melakukan transformasi ke arah pelayanan yang lebih profesional dan berbasis teknologi. Pentingnya penerapan sistem pendaftaran online, pelacakan pasien digital hingga dashboard kinerja layanan. "Rumah sakit jangan hanya bangga karena ramai. Kita harus beralih ke arah preventif dan digital," ujarnya.
Sebagai satu-satunya rumah sakit besar yang melayani lebih dari 500 ribu warga Kabupaten Probolinggo bagian barat, termasuk wilayah terluar seperti Pulau Gili Ketapang, RSUD Tongas memegang peranan vital.
“Data dari survei akan dijadikan dasar strategi pembangunan jangka panjang di sektor kesehatan oleh Pemkab Probolinggo. RSUD Tongas adalah benteng kesehatan masyarakat. Kami ingin rumah sakit ini menjadi simbol pelayanan yang aman, nyaman dan membanggakan,” tambahnya.
Sedangkan Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Oka Mahendra Jati Kusuma juga mendukung penuh langkah perbaikan tersebut. “Hasil survei ini menjadi tamparan sekaligus panduan konkret bagi DPRD untuk memperjuangkan anggaran prioritas dalam penguatan sektor kesehatan,” ungkapnya. (mel/fas)
