Kraksaan, Lensaupdate.com - Upaya edukasi dini tentang bahaya HIV/Aids terus digencarkan oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Probolinggo. Kali ini, KPA menggelar kegiatan Training of Trainers (ToT) Penanggulangan HIV/AIDS yang diikuti oleh siswa-siswi dari SMPN 2 Kraksaan dan SMPN 3 Kraksaan, Rabu (10/9/2025).
Kegiatan edukatif ini berlangsung di aula SMPN 2 Kraksaan dengan melibatkan 30 orang siswa dan siswi terpilih yang masing-masing 15 siswa dari kedua sekolah tersebut. Para peserta mendapatkan berbagai materi penting seputar pencegahan HIV/Aids, penularan virus serta peran aktif remaja dalam menyebarkan informasi yang benar kepada teman sebaya mereka.
Kegiatan ToT ini secara resmi dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Hari Kriswanto yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua II KPA Kabupaten Probolinggo didampingi Sekretaris KPA Kabupaten Probolinggo Ismail Pandji yang juga menjadi pemateri utama dalam kegiatan tersebut.
Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Probolinggo Hari Kriswanto menegaskan pentingnya pembekalan remaja dengan informasi yang benar mengenai HIV/Aids agar tidak terjebak pada informasi menyesatkan yang banyak beredar di media sosial (medsos).
“Kami mendorong agar kegiatan serupa terus dilakukan, tidak hanya di sekolah negeri, tetapi juga menjangkau sekolah swasta dan perguruan tinggi. Remaja harus dibekali pengetahuan yang benar agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi negatif di HP maupun media sosial,” tegasnya.
Sementara Sekretaris KPA Kabupaten Probolinggo Ismail Pandji menambahkan tujuan utama dari ToT ini adalah membentuk pendidik sebaya. Para peserta pelatihan diharapkan dapat menjadi agen informasi yang mampu menyebarkan pemahaman tentang HIV/Aids kepada teman-teman mereka di sekolah.
“Semakin banyak remaja yang paham, maka semakin kecil kemungkinan mereka terpapar. Edukasi ini bukan hanya soal pengetahuan, tapi membangun ketahanan mental dan sosial sejak dini,” ujarnya.
Lebih dari sekadar pelatihan satu arah, program ToT ini dirancang dengan sistem evaluasi. Dalam kurun waktu satu hingga dua bulan ke depan, KPA bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) akan menilai efektivitas program dengan menyasar siswa lain yang tidak ikut pelatihan. Mereka akan diuji pengetahuannya terkait HIV, perbedaan antara HIV dan Aids serta cara pencegahan penularannya.
“Model pelatihan seperti ini menjadi alternatif pendekatan yang efektif dan humanis dalam penanggulangan HIV/Aids. Diharapkan, pendekatan berbasis teman sebaya mampu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sadar dan peduli terhadap isu kesehatan reproduksi dan penyakit menular,” pungkasnya. (nab/zid)
