Dispersip Kabupaten Probolinggo Gelar Sosialisasi Perpustakaan Desa/Kelurahan


Probolinggo, Lensaupdate.com - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Probolinggo berkolaborasi dengan TP PKK Kabupaten Probolinggo menggelar sosialisasi perpustakaan desa/kelurahan di ruang pertemuan PKK Kabupaten Probolinggo, Selasa (16/9/2025).

Kegiatan yang diikuti oleh pengurus TP PKK Kabupaten Probolinggo, Bunda Literasi Kecamatan se-Kabupaten Probolinggo ini dibuka oleh Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris, SE selaku Bunda Literasi Kabupaten Probolinggo didampingi Kepala Dispersip Kabupaten Probolinggo Abdul Ghafur.

Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris, SE menegaskan program pengembangan literasi berbasis inklusi sosial memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memberdayakan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

“Melalui program ini, perpustakaan desa dan kelurahan bukan lagi sekadar tempat menyimpan dan meminjam buku, tetapi juga menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menemukan solusi dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Menurut Ning Marisa, perpustakaan kini berfungsi sebagai pusat informasi yang mudah diakses sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat. “Fasilitas yang tersedia mulai dari buku, komputer hingga internet dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, termasuk kegiatan peningkatan kapasitas pelaku usaha, ruang belajar bagi pendidikan non formal seperti Kejar Paket, hingga pemberdayaan perempuan melalui program parenting,” jelasnya.

Ning Marisa menambahkan, perpustakaan juga memiliki peran penting dalam menumbuhkan kreativitas anak. “Salah satunya dengan kegiatan mendongeng yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menanamkan nilai-nilai positif sejak dini,” terangnya.

Lebih lanjut Ning Marisa menekankan keberhasilan program literasi berbasis inklusi sosial membutuhkan dukungan dan sinergi semua pihak. “Dinas Perpustakaan dan Kearsipan tentu tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan ekosistem yang solid melalui kolaborasi dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD),” tegasnya.

Sebagai wujud nyata sinergi, Ning Marisa menyebutkan pembagian peran yang jelas dalam pengelolaan perpustakaan. “Dinas Perpustakaan dan Kearsipan berperan sebagai pembina kelembagaan, PKK melalui Pokja 2 ikut serta dalam pengelolaan, sementara DPMD mendukung implementasi program peningkatan kualitas pendidikan. Dengan kolaborasi ini, perpustakaan desa dan kelurahan bisa berkembang menjadi pusat belajar dan pemberdayaan masyarakat,” harapnya.

Sementara Kepala Dispersip Kabupaten Probolinggo Abdul Ghafur menyampaikan pentingnya peran perpustakaan desa dan kelurahan sebagai pusat literasi sekaligus ruang pemberdayaan masyarakat.

“Alhamdulillah, kita telah melaksanakan rapat koordinasi bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan perpustakaan desa dan kelurahan,” ujarnya.

Menurut Ghafur, Dispersip Kabupaten Probolinggo tengah fokus meningkatkan tata kelola perpustakaan desa melalui berbagai program. “Ada tiga hal utama yang kami lakukan. Pertama, mengadakan lomba perpustakaan desa dan kelurahan untuk mendorong pengelolaan yang lebih baik. Kedua, memberikan sosialisasi bantuan bacaan bermutu bagi perpustakaan desa, taman bacaan masyarakat hingga rumah ibadah seperti masjid, pura maupun gereja. Ketiga, mengembangkan konsep perpustakaan berbasis inklusi sosial, yang bukan hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.

Ghafur mencontohkan, sejumlah desa di Kabupaten Probolinggo telah berhasil mengembangkan model perpustakaan inklusi sosial. “Di Desa Klaseman, Binor dan Krejengan, perpustakaan berperan sebagai pusat pelatihan keterampilan. Ada pelatihan pertanian, usaha kecil menengah hingga peternakan. Hal ini membuktikan bahwa perpustakaan bisa memberikan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat,” terangnya.

Lebih lanjut Ghafur menekankan pentingnya keberadaan perpustakaan desa sebagai motor penggerak pembangunan. “Perpustakaan adalah pusat akses informasi, meningkatkan literasi dan pendidikan, mendukung pembangunan ekonomi desa, memperkuat identitas budaya lokal hingga menjadi pusat inklusi sosial. Bahkan, di era digital saat ini, perpustakaan juga dapat membantu masyarakat mengakses layanan administrasi berbasis online,” tambahnya.

Ghafur berharap dengan dukungan berbagai pihak, keberadaan perpustakaan desa dan kelurahan di Kabupaten Probolinggo dapat semakin dirasakan manfaatnya. “Peran Bunda Literasi sangat penting sebagai motivator dan penggerak. Harapan kami, perpustakaan benar-benar bisa menjadi ruang belajar sepanjang hayat sekaligus pusat pemberdayaan masyarakat desa,” pungkasnya. ()