Pajarakan, Lensaupdate.com - Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo memfasilitasi pengawasan ternak impor yang dilakukan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur di PT Tombak Mas Nusantara Desa Selogudig Wetan Kecamatan Pajarakan, Jum’at (12/9/2025).
Rombongan dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dipimpin drh. Heny Risti dari Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet). Mereka didampingi Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet Diperta Kabupaten Probolinggo drh. Nikolas Nuryulianto dan drh. Nobita. Kehadiran tim disambut langsung oleh penanggung jawab PT Tombak Mas Nusantara Nurkholis.
Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi melalui Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet drh. Nikolas Nuryulianto menegaskan pengawasan ini bertujuan untuk memastikan seluruh ternak impor yang masuk dari Australia ke Kabupaten Probolinggo berada dalam kondisi sehat.
“Kami bersama tim provinsi memeriksa aspek kesehatan ternak, biosecurity di lokasi penampungan hingga sistem higiene sanitasi. Pemberian pakan, obat dan vitamin suportif juga kami evaluasi,” katanya.
Menurut Niko, pengawasan ketat perlu dilakukan karena ternak impor memiliki risiko penyebaran penyakit yang lebih tinggi jika tidak dikendalikan sejak awal. “Selain pemeriksaan kesehatan fisik, petugas juga mengecek fasilitas kandang dan manajemen pemeliharaan,” jelasnya.
Niko menerangkan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur memberikan catatan penting agar pengelolaan ternak dibedakan antara yang baru masuk dan yang sudah lama berada di kandang. Hewan yang mengalami gejala sakit harus segera dipisahkan dalam kandang isolasi. “Idealnya kandang isolasi tidak ditempatkan di tengah populasi, tetapi di bagian tepi atau ujung kandang untuk mencegah potensi penularan penyakit,” terangnya.
Lebih lanjut Niko menambahkan, penerapan standar biosecurity menjadi kunci dalam menjaga kesehatan ternak impor. Hal ini mencakup kebersihan kandang, sistem pembuangan limbah hingga peralatan yang digunakan pekerja. “Semua harus memenuhi standar agar hewan tetap sehat dan aman ketika dipasarkan,” tambahnya.
Dalam kunjungan ini, pihak PT Tombak Mas Nusantara menyampaikan distribusi ternak tidak hanya terbatas di Kabupaten Probolinggo. Hewan impor yang mereka kelola juga dipasarkan ke Jawa Tengah dan Jawa Barat, bahkan dapat dibeli secara daring. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa pengawasan kesehatan hewan impor harus benar-benar diperketat, mengingat jangkauannya lintas daerah. (nab/zid)
