Gending, Lensaupdate.com - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo berkolaborasi dengan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo menyalurkan bantuan Pemberdayaan KIP (Kewirausahaan Inklusif dan Produktif) Putri Jawara dari Dinsos Provinsi Jawa Timur.
Kegiatan penyaluran dilakukan di Balai Desa Sebaung Kecamatan Gending, Selasa (9/9/2025) siang. Sasaran penerima bantuan sebanyak 130 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang berasal dari Desa Sebaung, Desa Gending dan Desa Jatiadi Kecamatan Gending.
Setiap KPM menerima dana sebesar Rp 3 juta untuk dibelanjakan peralatan usaha. Seluruh penerima manfaat tercatat dalam desil 1–5 Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Untuk memperkuat legalitas usaha, DKUPP Kabupaten Probolinggo memberikan dukungan berupa fasilitasi Nomor Induk Berusaha (NIB) gratis bagi seluruh penerima manfaat.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinsos Kabupaten Probolinggo Rachmad Hidayanto, Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Taufik Alami, Camat Gending Winda Permata Erianti serta Kepala Desa Sebaung, Kepala Desa Jatiadi dan Kepala Desa Gending serta mendapat dukungan dari Pilar-pilar Sosial di antaranya Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Karang Taruna serta Pekerja Sosial Masyarakat (PSM).
Kepala Dinsos Kabupaten Probolinggo Rachmad Hidayanto mengatakan program KIP Putri Jawara bukan hanya sekadar bantuan, tetapi investasi sosial yang diarahkan untuk kemandirian keluarga.
“Bantuan ini kami harapkan menjadi modal awal bagi ibu-ibu penerima manfaat untuk mengembangkan usaha dan memperkuat ekonomi keluarga. Jangan sampai bantuan hanya habis untuk kebutuhan konsumtif, tetapi benar-benar dipakai untuk usaha produktif,” ungkapnya.
Menurut Rachmad, pola penyaluran kali ini cukup strategis karena dipadukan dengan layanan legalitas usaha. “Dengan adanya dukungan NIB gratis dari DKUPP, maka usaha penerima manfaat bisa lebih formal, memiliki akses permodalan dan berkesempatan memperluas jaringan pasar. Ini sangat penting untuk keberlanjutan usaha mereka,” jelasnya.
Rachmad juga menekankan pentingnya perubahan mindset. “Kita ingin ibu-ibu penerima manfaat lebih mandiri dan tidak lagi bergantung pada bantuan sosial pemerintah. Jadi bukan hanya sekadar menerima, tetapi juga membangun daya tahan ekonomi keluarga dengan usaha yang jelas,” pungkasnya. (nab/zid)
