Banyuanyar, Lensaupdate.com - Menghadapi krisis air bersih akibat kekeringan dan gangguan aliran PDAM, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo menyalurkan bantuan 29.000 liter air bersih ke sejumlah titik, Senin (29/9/2025).
Bantuan ini didistribusikan ke wilayah perdesaan serta fasilitas pendidikan yang terdampak. Rinciannya, 5.000 liter di Dusun Krajan Desa Liprak Kidul Kecamatan Banyuanyar untuk 80 KK (250 jiwa), 6.000 liter di Dusun Beringin Desa Liprak Kidul untuk 120 KK (240 jiwa), 6.000 liter di Dusun Krajan Desa Condong Kecamatan Gading untuk 95 KK (296 jiwa) serta 6.000 liter di RT 01, 02 dan 18 Desa Condong Kecamatan Gading untuk 230 KK (576 jiwa).
Selain itu, SMPN 2 Tegalsiwalan juga mendapat suplai 6.000 liter air bersih untuk menunjang kebutuhan 213 siswanya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief menegaskan distribusi air bersih ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah di tengah kondisi darurat.
“Distribusi ini merupakan langkah cepat agar masyarakat tetap memiliki akses air bersih. Terutama di wilayah yang tidak terjangkau PDAM,” jelasnya.
Oemar menambahkan, bantuan akan terus disalurkan secara bertahap selama musim kemarau berlangsung. Pemetaan daerah rawan kekeringan juga terus dilakukan.
“Kami sudah menyiagakan armada tangki untuk bergerak kapan saja dibutuhkan. Komitmen kami, memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam pendistribusian, BPBD mengerahkan tiga unit truk tangki berkapasitas 6.000 liter dan satu unit truk tangki 5.000 liter. Aparat desa turut dilibatkan agar penyaluran berjalan tepat sasaran hingga ke rumah warga.
“Kami menghimbau masyarakat untuk bijak menggunakan air dan segera melaporkan jika mengalami kekurangan. Dengan kerja sama semua pihak, krisis air di musim kemarau dapat ditangani secara optimal,” pungkasnya. (ren/zid)
