Pemkab Probolinggo Gerak Cepat Salurkan Bantuan Logistik Bagi Korban Kebakaran


Tiris, Lensaupdate.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Sosial (Dinsos) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menunjukkan respon cepat dan sigap dalam menangani musibah kebakaran rumah yang terjadi di Dusun Nampu RT 02 RW 01 Desa Pedagangan Kecamatan Tiris, Kamis (14/8/2025) sekitar pukul 11.12 WIB.

Peristiwa kebakaran itu menghanguskan rumah milik warga bernama Samsul Arifin. Menyadari urgensi kondisi tersebut, Pemkab Probolinggo langsung menyalurkan bantuan logistik darurat.

Bantuan yang diberikan oleh Dinsos dan BPBD meliputi berbagai kebutuhan dasar di antaranya, 2 buah terpal dan 2 matras, 1 paket peralatan masak, 1 paket perlengkapan makan, 1 paket sandang, 1 paket kebersihan dan hygiene kit, 1 buah kompor, 1 dus makanan tambahan gizi, 1 dus makanan siap saji, 1 dus lauk pauk, 1 paket sembako, 1 dus biskuit kelepon dan 2 dus air mineral.

Bantuan logistik darurat ini bertujuan untuk meringankan beban korban kebakaran yang kehilangan tempat tinggal dan memastikan kebutuhan dasarnya tetap terpenuhi pasca kebakaran.

Penyaluran bantuan tersebut juga melibatkan berbagai unsur seperti Relawan Tagana, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP), unsur Kecamatan Tiris beserta Forkopimka Tiris hingga Pemerintah Desa Pedagangan. Kolaborasi ini dinilai menjadi wujud nyata sinergi lintas sektor dalam penanganan bencana.

Kepala Dinsos Kabupaten Probolinggo Rachmad Hidayanto menyampaikan penanganan cepat terhadap bencana merupakan bentuk komitmen dari Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo dalam memberikan atensi kepada masyarakat yang terdampak musibah.

“Ini adalah bagian dari instruksi pimpinan daerah agar setiap kejadian bencana, baik alam maupun non alam agar segera ditangani dan diberikan bantuan awal. Tujuannya jelas agar masyarakat tidak merasa sendiri ketika terkena musibah,” ujarnya.

Menurut Rachmad, Bupati Probolinggo juga mengapresiasi respon cepat yang dilakukan berbagai pihak dalam penanganan kejadian ini. “Selain menjadi bukti hadirnya negara di tengah rakyatnya, langkah cepat ini diharapkan menjadi contoh baik dalam membangun budaya tanggap bencana di tingkat desa dan kecamatan,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief. Menurutnya, pentingnya koordinasi antar lembaga dalam situasi darurat. “Respons seperti ini adalah bentuk nyata dari kesiapsiagaan kita bersama. Kami tidak bisa bekerja sendiri, maka peran serta dari masyarakat, relawan dan pemerintah desa sangat penting dalam proses penanganan bencana,” ungkapnya. (ren/zid)