Pawai Budaya MIN 2 Probolinggo Meriahkan Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI


Maron, Lensaupdate.com - Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa semakin meriah di Kabupaten Probolinggo. Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Probolinggo menggelar Pawai Budaya dengan melibatkan lebih dari 1.000 peserta yang terdiri dari siswa, wali murid serta mitra sekolah, Kamis (28/8/2025).

Kegiatan yang dilaksanakan di Kecamatan Maron ini menghadirkan 22 regu dari kelas 1 hingga kelas 6, ditambah partisipasi murid-murid RA Al Kholafiyah bersama orang tuanya. Suasana semakin semarak karena setiap peserta tampil dengan beragam konsep kreatif sesuai tema yang diusung, yakni Moderasi Beragama, Adat Budaya dan Adiwiyata.

Kepala MIN 2 Probolinggo Sumiati mengatakan pawai budaya tersebut bukan hanya sekadar hiburan, melainkan juga sarana pendidikan karakter bagi siswa. “Tujuan kegiatan ini selain memeriahkan HUT Kemerdekaan RI, juga menanamkan nilai cinta budaya, kemandirian, optimisme serta semangat kebersamaan,” ujarnya.

Untuk membedakan kategori, panitia menggunakan warna khusus pada nomor peserta. Warna merah melambangkan moderasi beragama, putih melambangkan adat budaya dan hijau sebagai simbol Adiwiyata atau kepedulian lingkungan. "Identitas ini sekaligus menambah daya tarik visual dalam pawai budaya," jelasnya.

Pawai budaya dimulai dari sisi utara Jembatan Desa Satrean menuju Desa Brani Wetan. Rute tersebut dipadati ribuan penonton yang antusias menyaksikan setiap penampilan peserta. Bahkan, kemacetan sempat terjadi di jalan utama akibat banyaknya warga yang tumpah ruah ke pinggir jalan.

Acara resmi dilepas oleh Pengawas Madrasah Kecamatan Maron Disik Irawan didampingi oleh Hj. Nurhakimah serta H. Lukmanul Hakim. Hadir pula Kepala Desa Brani Wetan Joko dan Kepala Desa Brani Kulon Muhyidi yang sekaligus menjadi juri bersama tim pengawas madrasah.

Tidak hanya itu, Komite MIN 2 Probolinggo H. Hamid turut mendampingi pemberangkatan peserta. Pawai budaya semakin meriah berkat dukungan suara sound system yang menggema di sepanjang jalur serta semarak petasan dan sirene mobil polisi yang menambah suasana perayaan.

"Partisipasi wali murid menjadi nilai tambah dalam kegiatan ini. Mereka tidak hanya mendampingi anak-anak, tetapi juga ikut berpenampilan sesuai tema. Dukungan ini semakin mempererat hubungan antara sekolah, orang tua dan masyarakat," terangnya.

RA Al Kholafiyah mendapat kesempatan untuk tampil pertama, disambut semangat oleh dua pembawa acara Ida Maimuna dan Suaib Damaris. Kehadiran anak-anak usia dini bersama ibunda masing-masing memberikan warna tersendiri dalam pawai tahun ini.

Sumiati menerangkankegiatan semacam ini telah dua kali digelar dan akan terus dilanjutkan setiap tahun dengan harapan semakin berkembang. “Kami ingin pawai budaya ini menjadi agenda tahunan yang lebih meriah dan mampu menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat,” tegasnya.

Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, Pawai Budaya MIN 2 Probolinggo juga memiliki misi penting dalam membangun karakter generasi muda. Melalui kreativitas dalam penampilan, siswa diajak untuk lebih mengenal budaya, menjaga toleransi beragama serta peduli lingkungan.

"Semangat kebersamaan antara sekolah, orang tua dan masyarakat dalam kegiatan ini menjadi cerminan nyata bahwa perayaan HUT Kemerdekaan RI bukan hanya seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat persatuan dan nilai kebangsaan," tambahnya.

Dengan antusiasme tinggi yang ditunjukkan masyarakat, pawai budaya di MIN 2 Probolinggo terbukti sukses memeriahkan peringatan kemerdekaan sekaligus menjadi sarana edukasi kultural bagi siswa. (nab/zid)