Wujudkan Kelas Internasional, Ratusan Guru SMP di Kabupaten Probolinggo Ikuti Seleksi Calon Guru ICP


Kraksaan, Lensaupdate.com - Sebanyak 365 guru tingkat SMP di Kabupaten Probolinggo mengikuti seleksi calon guru International Class Program (ICP) yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo, Jum’at (18/7/2025). Seleksi ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.


Pelaksanaan seleksi dilakukan di Auditorium Madakaripura dan ruang pertemuan Tengger Kantor Bupati Probolinggo. Ratusan guru yang hadir berasal dari tiga bidang studi utama meliputi 125 guru Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), 110 guru Matematika dan 130 guru Bahasa Inggris.


Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi mengatakan seleksi ini tidak hanya fokus pada penguasaan materi pelajaran. Aspek lain yang sangat diperhatikan adalah kemampuan pedagogik, penguasaan bahasa Inggris serta kecakapan dalam berpikir kritis dan berkolaborasi.


“Guru yang tergabung dalam program ICP diharapkan tidak hanya mampu mengajar dengan standar internasional, tetapi juga memiliki kepemimpinan serta komunikasi yang efektif dalam konteks global,” katanya.


Joko menjelaskan program International Class Program (ICP) merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo untuk meningkatkan kualitas pendidikan daerah. 


“Salah satu tujuannya adalah membuka akses bagi peserta didik agar bisa merasakan pengalaman belajar dengan kurikulum kelas dunia tanpa harus meninggalkan nilai-nilai budaya lokal,” lanjutnya.


Menurut Joko, para guru yang lolos tahap seleksi ini akan menjalani pelatihan lanjutan. Pelatihan tersebut akan mendapat dukungan langsung dari Universitas Negeri Malang yang telah dikenal memiliki pengalaman dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan internasional.


“Selama mengikuti program ICP, para guru akan dibekali keterampilan untuk mengelola pembelajaran berbasis Kurikulum Cambridge dengan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Meski demikian, nilai-nilai religius dan budaya lokal tetap menjadi pondasi penting dalam proses belajar mengajar,” jelasnya.


Joko berharap dengan adanya guru-guru yang berkualitas internasional, siswa bisa merasakan pendidikan berstandar global, sekaligus tetap menjunjung tinggi identitas daerah. Hal ini sejalan dengan visi Kabupaten Probolinggo untuk mencetak generasi yang cerdas, kompetitif dan berkarakter.


“Hal ini menjadi bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam memajukan sektor pendidikan sebagai kunci peningkatan daya saing daerah. Dengan dukungan tenaga pendidik profesional dan berwawasan global, kami optimistis bisa sejajar dengan kota-kota besar lainnya dalam hal mutu pendidikan,” pungkasnya. (nab/zid)