Lumbang, Lensaupdate.com – Masyarakat Kecamatan Lumbang Kabupaten Probolinggo kembali melaksanakan tradisi tahunan berupa santunan kepada anak yatim, kaum dhuafa dan penyandang disabilitas pada momentum 10 Muharram 1447 Hijriah. Kegiatan ini digelar secara meriah di rumah H. Topo Dusun Kunci Desa Negororejo Kecamatan Lumbang, Sabtu (5/7/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris didampingi Forkopimka Lumbang, para kepala desa.serta sejumlah tokoh masyarakat dan pelaku usaha lokal meliputi H. Taryo, Tris Alisia, H. Miarso serta Sumar dari Rest Area A3.
Sebanyak 219 anak yatim dan 30 penyandang disabilitas menerima santunan dari para donatur yang hadir secara langsung. Tradisi ini diinisiasi oleh Jamaah Nurani Al-Ikhlas Kecamatan Lumbang dan telah berlangsung secara turun-temurun selama puluhan tahun.
Uniknya, format penyelenggaraan santunan ini menyerupai hajatan. Para tamu yang datang akan mengisi daftar hadir, kemudian menyerahkan santunan secara langsung kepada para penerima bantuan. Sistem ini dipercaya mampu mempererat hubungan sosial dan meningkatkan rasa kepedulian antar warga.
Ketua panitia H. Muhammad Saiful Islam mengungkapkan tradisi ini bukan sekedar acara rutin, melainkan wujud komitmen bersama untuk terus memuliakan mereka yang membutuhkan. "Alhamdulillah, masyarakat selalu antusias menjaga tradisi ini,” ujarnya.
Kegiatan santunan ini diadakan secara bergiliran di seluruh desa di Kecamatan Lumbang. Menariknya, jadwal pelaksanaan kegiatan ini telah disusun hingga tahun 2040 mendatang. Warga yang mendapatkan giliran sebagai tuan rumah menganggap hal itu sebagai kehormatan dan kesempatan berharga untuk berbagi.
“Bukan sekedar nominal santunan, tapi nilai kebersamaan dan keberkahan yang utama dalam tradisi ini,” imbuhnya.
Menurut H. Saiful yang juga menjabat sebagai Rais Syuriah MWCNU Kecamatan Lumbang ini, persiapan santunan ini memakan waktu sekitar satu bulan dengan melibatkan 70 orang panitia dari berbagai desa di Kecamatan Lumbang. Mulai dari pendataan penerima, persiapan lokasi, konsumsi hingga dokumentasi acara, seluruhnya dikerjakan secara gotong royong.
“Ini sudah menjadi kebanggaan bagi warga desa di Kecamatan Lumbang. Tahun depan, kegiatan ini akan digelar di Desa Lumbang Kecamatan Lumbang,” jelasnya.
Sementara Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris memberikan apresiasi atas konsistensi masyarakat Kecamatan Lumbang dalam menjaga tradisi sosial ini.
"Kegiatan ini tidak hanya bernilai sosial, tetapi juga menjadi sarana membangun kepedulian kolektif," katanya.
Bupati Haris menerangkan tradisi ini mendidik masyarakat untuk peka terhadap lingkungan sosial. "Saya berharap semangat ini terus dijaga lintas generasi,” harapnya.
Bagi masyarakat Kecamatan Lumbang, 10 Muharram bukan sekadar peringatan kalender Islam, tetapi momentum untuk meningkatkan kepedulian sosial, mempererat silaturahmi serta menjaga tradisi yang sarat makna kemanusiaan. (put/zid)
